7 Keterampilan Hidup (Life Skill) yang Paling Utama

Catatan: Tulisan ini dialihbahasakan dari The 7 Essential Life Skills by Jason Gots (bigthink.com).

Seperti kecoa, kita para manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa. Pada saat yang sama, kita adalah makhluk dengan kebiasaan, dan hidup kita bisa dengan mudahnya menjadi sedemikian rutin hingga suatu perubahan menjadi sangat menakutkan. Hal itu adalah sisi lain dari kemampuan beradaptasi – kita bisa mengurung diri di dalam sebuah tempurung dan enggan keluar.

Psikologi perkembangan – studi tentang perkembangan otak, kecerdasan, dan sosioemosional manusia – telah menyajikan sejumlah pengetahuan terdalam mengenai plastisitas manusia, kemampuan kita untuk mengubah bahkan struktur fisik otak kita untuk beradaptasi dengan tantangan-tantangan baru. Psikolog Prancis Jean Piaget dikenal luas sebagai bapak psikologi perkembangan – dan oleh karena otak dan kesadaran kita berada dalam kondisi paling fleksibel dan berkembang pesat sepanjang masa kanak-kanak, tak mengherankan jika penelitian beliau terfokus pada anak-anak. Piaget memetakan tahap-tahap perkembangan kecerdasan yang dilalui oleh setiap anak dari bayi yang sensorik, menuju balita yang belum mampu dengan tegas membedakan antara imajinasi dan dunia nyata sekelilingnya, hingga menjadi seorang anak dengan kemampuan memanipulasi abstraksi kompleks seperti rumus-rumus aljabar.

Jika Piaget merumuskan tahap-tahap perkembangan kecerdasan manusia, para penerusnya telah sibuk memetakan “permainan di dalam sistem” – cara-cara spesifik di mana masing-masing kejiwaan manusia berkembang dengan cara berbeda tergantung pada berbagai faktor mulai dari DNA, kepribadian orang tua, hingga kehendak bebasnya. Saat ini kita telah memiliki gambaran perkembangan manusia yang didasarkan pada gagasan bahwa manusia adalah mahkluk pembelajar, dan bahwa kita bergantung pada apa yang kita pelajari, dari lahir hingga mati.

Ketika hasil penelitian semacam itu terpublikasi, ia kerap terdistorsi menjadi klaim-klaim hiperbolis semacam “Mendengarkan (musik) Mozart akan membuat bayi Anda lebih pintar.” Jika ditelan mentah-mentah, fenomena semacam ini hanya akan membuat para ilmuwan kehilangan akal dan orang-orang intelek semakin sinis pada psikologi perkembangan secara umum.

Ellen Galinsky, penulis buku Mind in the Making dan presiden Families and Work Institute telah menghabiskan sekian panjang karirnya di fakultas di Bank Street College – suatu sekolah pendidikan dan laboratorium pendidikan progresif di mana riset-riset mutakhir dalam psikologi perkembangan diterapkan dalam praktik edukasional. Di matanya, penemuan paling penting dalam psikologi perkembangan mewujudkan suatu gambaran konsisten dan substansial tentang 7 keterampilan hidup esensial manusia yang harus terus dipelajari dan dikembangkan sepanjang hayat.

Kita cenderung, secara keliru, menganggap proses belajar sebagai persiapan untuk sebuah praktik. Demi alasan tersebut, sistem pendidikan kita dibangun di atas gagasan bahwa sesudah kita lulus sekolah, maka kita memulai karir kita. Akan tetapi, pelajaran kunci dari psikologi perkembangan adalah bahwa penanda tegas dari apa yang kita anggap sebagai ” sukses” – kesehatan emosional, reputasi profesional, dan lain-lain – adalah sekedar produk sampingan dari pembelajaran seumur hidup.

Di dalam dunia yang cepat berubah, hanya kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mampu membuat kita sadar, terlibat, dan bertumbuh. ellen Galinsky mengajarkan pengetahuan yang dirumuskan selama puluhan tahun riset psikologi mengenai bagaimana manusia belajar sepanjang usianya. Ketujuh keterampilan esensial yang diajarkannya di sini adalah perkakas penting untuk beradaptasi dengan, belajar dari, dan bertumbuh di dalam dunia dengan kecepatan perubahan luar biasa.

Tujuh keterampilan hidup esensial (essential life skills) yang penting untuk kita asah adalah:

  • Fokus dan Kontrol-Diri
  • Pengambilan Perspektif
  • Berkomunikasi
  • Membangun Koneksi
  • Berpikir Kritis
  • Menghadapi Tantangan
  • Pembelajaran dengan Keterlibatan dengan Swa-Orientasi.