8 Poin Filosofi WordPress

8 poin filosofi WordPress dalam Bahasa Indonesia sebagai terjemahan dari The WordPress Philosophy.

logo WordPress


Out of the Box → Berbeda dan Lebih Baik

Software yang baik harus bisa bekerja dengan sedikit konfigurasi dan setup. WordPress dirancang untuk memampukan Anda menyetel dan menjalankannya dengan fungsionalitas penuh dalam waktu tak lebih dari 5 menit. Anda mestinya tak akan kesulitan untuk menjalankan fungsionalitas standar WordPress.

Kami (tim pengembang – red.) bekerja keras untuk tetap memastikan agar setiap rilis selalu setia pada filosofi ini. Kami meminta pengguna untuk memasukkan sesedikit mungkin rincian teknis di dalam proses penyetelan, sekaligus memberikan penjelasan sedetil mungkin mengenai mengapa rincian teknis tersebut harus disertakan.


Design for the Majority → Dirancang untuk Semua Kalangan

Banyak pengguna WordPress bukan dari kalangan teknis. Mereka tidak tahu apa itu AJAX, juga tak peduli mengenai versi PHP yang mereka pergunakan. Rata-rata para pengguna WordPress cukup ingin bisa menulis pos tanpa masalah atau rintangan apapun. Jenis pengguna seperti itulah yang merupakan sasaran kami ketika merancang WordPress, dan merekalah yang akan lebih banyak memanfaatkan WordPress sesuai tujuan pembuatannya.


Decisions, not Options → Solutif dan Menyingkirkan Masalah

Dalam mengambil setiap keputusan, kami selalu mengutamakan kepentingan para pengguna non-teknis. Contoh paling tepat dari kepentingan tersebut ialah mengenai opsi-opsi software.

Setiap kali kita menawarkan opsi pada pengguna, kita selalu meminta mereka untuk mengambil keputusan. Jika seorang pengguna tidak peduli atau kurang memahami opsi yang ada, hal ini akan memicu kebingungan. Sebagai pengembang, kami seringkali merasa bahwa menawarkan opsi untuk segala hal ialah hal yang baik, sebab kita tak akan pernah memiliki terlalu banyak opsi bukan? Pada akhirnya, opsi-opsi tersebut hanya akan bersifat teknis semata. Opsi teknis semacam itu hanya akan mengganggu kenyamanan para pengguna non-teknis.

Tugas kami sebagai pengembang software ialah untuk membuat keputusan-keputusan cerdas dan menghindarkan beban teknis bagi para pengguna WordPress.


Clean, Lean, and Mean → Rapi, Ramping, dan Penting

Program inti (core) WordPress akan selalu menyajikan serangkaian fitur-fitur dasar yang terpenting. Ia dirancang seramping mungkin agar mampu berjalan secepat mungkin.

Kami kerap menerima pertanyaan-pertanyaan seperti “Kapan fitur X akan disertakan?” atau “Mengapa plugin X tidak diintegrasikan ke dalam program inti?”. Aturan mainnya ialah, bahwa program inti mestinya hanya menyertakan fitur-fitur yang benar-benar dibutuhkan dan dipakai oleh 80% pengguna. Jika suatu versi WordPress dirilis dengan menyertakan sebuah fitur yang tidak dibutuhkan atau tidak dipakai oleh mayoritas pengguna, itu akan menjadi sebuah blunder. Maka, kami selalu setia dengan aturan 80% untuk mencegah kekeliruan seperti itu.

Kami mampu menerapkan model demikian sebab kami memiliki sebuah sistem tema dan plugin yang kapabel dan sebuah komunitas raksasa para pengembang. Pengguna yang berbeda memiliki kebutuhan yang berlainan, dengan adanya tema dan plugin dalam jumlah fantastis, masing-masing pengguna dapat melakukan kustomisasi instalasi mereka sesuai selera. Hal ini sekaligus mengakomodir kelompok minoritas 20% pengguna, sehingga mereka mampu membangun dan menerapkan fitur-fitur khusus sesuai kebutuhan masing-masing.


Striving for Simplicity → Mengupayakan Simplisitas

Kami tak pernah berhenti mengupayakan simplisitas. Kami ingin WordPress lebih mudah digunakan dengan setiap rilis baru. Kami memiliki rekam jejak yang bagus mengenai hal ini, silakan periksa versi-versi lama WordPress untuk membuktikannya!

Kami senang menantang diri sendiri dan menyederhanakan tugas-tugas demi meningkatkan pengalaman pengguna WordPress. Setiap versi WordPress harus lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk digunakan daripada versi sebelumnya.


Deadlines Are Not Arbitrary → Tertib Deadline

Deadline tidak bisa diulur, sebab ia adalah janji yang kami buat untuk diri sendiri dan para pengguna kami untuk membantu kami mengatasi kemungkinan tak terbatas pada setiap rilis.

Kami memastikan tiga rilis setiap satu tahun dengan pengalaman trial and error yang menunjukkan pada kami pentingnya keseimbangan antara penambahan fitur baru dan pencegahan bug pada setiap rilis.


The Vocal Minority → Minoritas Vokal

Ada sebuah aturan main dalam budaya internet yang dinamai “aturan 1%.” Aturan ini menyatakan bahwa “jumlah orang yang membuat konten baru di internet merepresentasikan 1% (atau kurang) dari jumlah orang yang sungguh-sungguh membaca konten tersebut.”


Our Bill of Rights → Kode Sumber Terbuka dan Kemerdekaan Pengguna

WordPress menerapkan lisensi General Public License (GPLv2 or later) yang menyajikan empat kebebasan inti, hal ini bisa disebut sebagai “Deklarasi Hak-hak” WordPress:

  • Kebebasan untuk menjalankan WordPress, untuk tujuan apapun.
  • Kebebasan untuk mempelajari bagaimana WordPress bekerja, dan mengubahnya untuk membuatnya bekerja sesuai keinginan Anda.
  • Kebebasan untuk mendistribusikan ulang WordPress.
  • Kebebasan untuk mendistribusikan salinan versi modifikasi WordPress Anda kepada orang lain.

Catatan
Tulisan ini akan selalu dikoreksi, dilengkapi, dan diperbarui sesuai perkembangan yang ada.

Tak ada komentar

Tuliskan pendapatmu

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *