9 Editor Teks Terbaik untuk Linux

Berikut adalah 9 aplikasi editor teks terbaik untuk sistem operasi Linux, dari yang paling mudah digunakan oleh user awam maupun yang memiliki fitur terlengkap bagi programmer profesional.

Salah satu perdebatan abadi yang paling keras dan kasar di antara para pengguna Linux adalah mengenai pilihan editor teks terbaik. Di dalam komunitas open source, peranan software text editor sangat vital, sebab ia digunakan setiap saat untuk menulis atau mengedit script, bahkan membangun sebuah aplikasi.

Jika kamu baru mengenal Linux, jangan sampai terprovokasi oleh perang antar fanboy dari masing-masing aplikasi. Lebih baik kamu mencoba untuk mengakrabi beberapa program teks editor dengan berbagai fitur dan keunggulannya masing-masing.

Catatan: Daftar program Linux text editor terbaik ini tidak diurutkan berdasarkan peringkat, namun disusun acak untuk menjaga netralitas saya 😉

1. Vim

Vim adalah aplikasi pengolah teks yang dirilis pertamakalinya pada 22 November 1991 dengan berbasis pada program vi yang umum dipergunakan pada sistem Unix-like. Dirancang oleh Bram Moolenar dalam bahasa pemrograman C dan Vimscript, free software ini bisa diinstal dalam berbagai platform, yakni Unix, Linux, Windows, OS X, iOS, dan Android.

screenshot-vim-ekajogja

Vim bisa dijalankan dalam mode CLI dari terminal maupun dalam mode GUI sebagai aplikasi standalone bernama gVim. Keunggulan yang paling dibanggakan oleh para penggemarnya adalah karakter Vim yang memampukan pengguna untuk selalu menempatkan jari-jarinya pada tuts-tuts tengah (home row). Karakter ini menguntungkan bagi kecepatan pengetikan dan mencegah kelelahan otot tangan.

Vim memiliki tutorial built-in bagi pemula yang bisa diakses dengan perintah vimtutor. Selain itu terdapat juga User’s Manual yang menyajikan rincian fitur, yang bisa dibaca dari dalam aplikasi itu sendiri. Untuk memudahkan pengguna mencari fitur atau daftar perintah, Vim akan menampilkan fasilitas bantuan dengan mengetikkan perintah :help.

Untuk membaca informasi selengkapnya tentang software ini, silakan kunjungi official website www.vim.org atau unduh langsung di www.vim.org/download.php.

2. Emacs

Emacs adalah software pengolah teks yang memiliki sejumlah versi turunan dengan karakter ekstensibilitas yang tinggi. Dikembangkan pertamakalinya pada tahun 1976 oleh Richard Stallman dan Guy L. Steele, Jr. sebagai Editor MACroS (EMACS) untuk TECO editor, saat ini ia memiliki versi terpopuler bernama GNU Emacs yang memiliki slogan “editor dengan tampilan real-time yang mudah dikembangkan (extensible), disesuaikan (customizable), dan mendokumentasikan sendiri (self-documenting)”.

screenshot-emacs-ekajogja

GNU Emacs ditulis dalam C dan menyajikan Emacs Lisp sebagai extension language. Meskipun dirancang utamanya untuk memanipulasi teks, free software ini memiliki kemampuan format dan print dokumen seperti aplikasi pengolah kata. Emacs menyajikan fitur syntax highlighting untuk mempermudah membaca source code, serta “keyboard macros” (rekaman klik tuts keyboard) guna menjalankan serangkaian perintah yang kompleks atau repetitif.

Emacs memiliki sebuah fitur bantuan yang menampilkan dokumentasi menyeluruh dari perintah, variabel, dan fungsi yang ada didalamnya. Selain itu, ia juga memiliki tutorial built-in yang akan muncul secara otomatis apabila pengguna mengetikkan perintah-perintah editing tanpa membuka file apapun.

Kamu bisa menemukan info lengkap tentang Emacs di situs resmi www.gnu.org/software/emacs atau mengunduh rilis terbarunya di ossm.utm.my/gnu/emacs.

3. Sublime Text

Sublime Text adalah program pengolah teks dan source code dengan Python API yang bisa dijalankan dalam berbagai platform, termasuk Linux, OS X, dan Windows. Sebagai proprietary software, fungsionalitasnya bisa dikembangkan dengan berbagai plugin yang sebagian besar berlisensi free software.

screenshot-sublimetext-ekajogja

Ciri khas utama Sublime Text adalah model konfigurasi yang sepenuhnya menggunakan mode teks tanpa antarmuka grafis. Dirilis pertamakalinya pada 18 Januari 2008, ia dibangun oleh Jon Skinner dengan bahasa C++ dan Python.

Beberapa fitur yang disajikannya antara lain:
* Goto Anything – sistem navigasi cepat untuk mengelola file, simbol, atau baris teks/kode.
* Command palette – sistem pencocokan adaptif untuk memanggil perintah-perintah arbitrer.
* Multiple selection – memampukan pengeditan interaktif secara serentak pada beberapa area terseleksi sekaligus.

Pelajari lebih lanjut mengenai Sublime Text di website resmi www.sublimetext.com atau mengunduhnya di www.sublimetext.com/2

4. Lime Text

Lime Text adalah aplikasi editor teks yang ditulis dalam bahasa pemrograma Go dan dibangun dengan tujuan khusus untuk menyajikan alternatif open source bagi sublime Text. Aplikasi ini dikembangkan secara kolaboratif oleh sekitar 36 developer di Github – termasuk Fredrik Ehnbom, Felix Laurie von Massenbach, Mohammad Zolfaghari – mulai Maret 2013.

screenshot-limetext-ekajogja

Lime Text menyajikan pilihan antarmuka grafis yang ditulis dengan termbox, Qt (QML), serta HTML/JavaScript.

Kamu bisa mengunjungi situs official Lime Text di limetext.org atau mengunduh dan mem-fork aplikasi sumber terbuka ini di github.com/limetext/lime.

5. Atom

Atom adalah program editor teks dan source code berlisensi free open source untuk OS X, Linux, dan Windows. Program ini mendukung plugin berbasis Node.js serta memiliki sistem kontrol versi Git terintegrasi yang dikembangkan oleh Github, Inc.

screenshot-atom-ekajogja

Atom berbasis Chromium dan ditulis dalam bahasa CoffeeScript, dan kerap dipergunakan dalam kapasitas penuh sebagai IDE.

Silakan berkenalan lebih dalam dengan Atom di laman atom.io atau download langsung di github.com/atom/atom/releases

6. Gedit

Gedit adalah aplikasi text editor bawaan untuk GNOME desktop environment dan merupakan bagian dari GNOME Core Applications. Dirancang sebagai text editor multifungsi, gedit mengutamakan simplisitas dan kemudahan penggunaan. Ia menyajikan tools untuk mengedit source code dan berbagai teks terstruktur.

screenshot-gedit-ekajogja

Ditulis dalam C dan Python, gedit memiliki fitur syntax highlighting untuk berbagai bahasa pemrograman dan markup. Ia juga menampilkan GUI tabs untuk memampukan pengguna mengedit beberapa file sekaligus, serta bottom panel yang menampilkan konsol Python atau terminal.

Gedit memiliki laman resmi di wiki.gnome.org/Apps/Gedit.

7. Kate

Kate adalah program text editor bawaan dari KDE desktop environment dan merupakan elemen dari KDE Software Compilation. Didesain sebagai text editor untuk pengembangan software, ia menyajikan fitur syntax highlighting, code folding, dukungan untuk regular expression, serta mudah dikustomisasi dan dikembangkan.

screenshot-kate-ekajogja

Sebagai bagian dari KDE Frameworks 5, Kate terintegrasi dengan terminal Konsole dan mampu membuka serta menyimpan file melalui berbagai protokol termasuk HTTP, FTP, SSH, SMB dan WebDAV.

Kate memiliki laman official di kate-editor.org.

8. Leafpad & Mousepad

Leafpad adalah software text editor untuk Linux, BSD, dan Maemo. Dibangun dengan tujuan khusus untuk mewujudkan text editor yang ringan dan meminimalisir dependensi, Leafpad memiliki tampilan simpel dan mudah di-compile. Saat ini, Leafpad merupakan bagian dari aplikasi bawaan untuk LXDE desktop environment.

screenshot-mousepad-ekajogja

Mousepad adalah fork/modifikasi dari Leafpad yang merupakan text editor bawaan dari Xubuntu dan sejumlah distro dengan Xfce desktop environment. Kedua program yang unggul dalam keringanan, kecepatan, dan kesederhanaan ini memiliki fitur opsi codeset, deteksi codeset otomatis, Undo/Redo tanpa batas, juga kapabilitas drag and drop.

Kamu bisa mengakses informasi lengkap tentang kedua software ini di:

9. Nano

Nano adalah software editor teks untuk sistem operasi Unix-like atau operating environment yang menggunakan antarmuka teks (CLI). Dengan lisensi GNU GPL, Nano ditulis dalam bahasa pemrograman C dan bisa dijalankan dalam berbagai platform.

screenshot-nano-ekajogja

Nano dikontrol dengan keyboard dan memiliki sejumlah control keys yang ditampilkan dalam dua baris shortcut bar di bagian bawah layar. Untuk menampilkan daftar perintah lengkap, layar bantuan bisa diakses dengan Ctrl + G. Nano juga menerima input dari mouse untuk mengklik fungsi-fungsi dasar yang ada di shortcut bar.

Official website nano memiliki tampilan unik yang merepresentasikan antarmuka software tersebut, bisa diakses di www.nano-editor.org. Anda bisa mengunduh source code maupun binary di www.nano-editor.org/download.php


Tulisan ini diramu dari berbagai sumber oleh Eka Y Saputra.

Disclaimer: Penulis paling sering mengolah teks dengan Vim (paling nyaman untuk coding), juga kadang nano (nyaman untuk copas :P)

There is one comment

Tuliskan pendapatmu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *