Model-model Taruhan Sepakbola

Berikut adalah uraian singkat dari 11 model taruhan sepakbola (soccer betting) paling populer saat ini.


1X2

Model taruhan klasik yang ditentukan dengan hasil akhir pertandingan, yakni salah satu tim menang atau seri. Peluang menang taruhan sebesar 1:3 atau 33,33%.

  • 1 = Tim kandang menang (home win)
  • 2 = Tim tandang menang (away win)
  • X = Seri (draw)

AH (Asian Handicap)

Dengan menghilangkan hasil seri, model ini membuat peluang menang taruhan menjadi 1:2 atau 50%.

Biasanya, tim underdog diberi tambahan nilai gol terlebih dahulu, misalnya +0,5. Artinya, jika pertandingan berakhir dengan skor seri 1-1 maka tim underdog menang sebab ia memperoleh skor 1,5.

Model ini juga telah berkembang dengan penambahan nilai gol +0,25 dan +0,75. Berikut penjelasannya:
+ Jika tim underdog +0,25 dan hasil akhir pertandingan seri, maka tim underdog menang setengah jumlah taruhan.
+ Jika tim underdog +0.75 dan hasil akhir pertandingan seri, maka tim underdog kalah setengah jumlah taruhan.


DnB (Draw no Bet)

Model ini sama dengan model Asian Handicap dengan tambahan nilai 0.

Jika hasil akhir pertandingan seri, maka jumlah taruhan dikembalikan utuh.


BTTS (Both teams to score)

Sering disebut juga dengan GG (Goal Goal), adalah model taruhan yang dimenangkan jika kedua tim membuat gol, tanpa tergantung hasil akhir pertandingan. Minimal skor akhir harus 1-1 untuk menang.

Pengembangannya adalah GG3, yakni kedua tim membuat gol dengan jumlah akhir minimal 3 gol. Misalnya, skor akhir minimal 2-1 atau 3-0.


DC (Double Chance)

Sebagai pengembangan dari 1X2, model taruhan ini meningkatkan peluang menang menjadi 2:3 atau 66,66%.

  • 1X = kandang menang atau seri (home win or draw)
  • 12 = salah satu tim menang (draw or away win)
  • X2 = tandang menang atau seri (away win or draw)

O2.5 (Over 2.5)

Model taruhan yang dimenangkan jika jumlah total gol minimal 3. Taruhan ini tidak menunggu pertandingan berakhir.

Pengembangan model ini antara lain O1.5 dan O0.5.


U2.5 (Under 2.5)

Model taruhan yang dimenangkan jika pertandingan berakhir dan jumlah total gol maksimal 2. Misalnya, 0-0, 1-0, 1-1, atau 2-0.

Pengembangan model ini antara lain U1.5 dan U0.5. Taruhan ini menunggu pertandingan berakhir.


CS (Correct score)

Model taruhan menebak skor akhir pertandingan. Biasanya bandar menawarkan imbalan tinggi untuk taruhan ini, sebab peluang kemenangannya tak dapat diperkirakan.


AGS (Anytime goal scorer)

Model taruhan yang menjagokan seorang pemain untuk membuat gol dalam sebuah pertandingan.


FGS (First goal scorer)

Model taruhan yang menjagokan seorang pemain untuk membuat gol pertama dalam sebuah pertandingan. Biasanya bandar menawarkan imbalan lebih besar daripada model AGS.


HT/FT (Half-time/Full-time)

Pengembangan dari model 1X2 yang memecah taruhan ke dalam dua babak (babak I dan babak II).

Misalnya HTX/FT1 artinya bertaruh untuk babak I seri (half-time draw) dan babak II kandang menang (full-time home win).

Tak ada komentar

Tuliskan pendapatmu

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *