Panduan Memilih Distro Linux Terbaik untuk Calon Pengguna Linux – 10 Langkah

Panduan memilih distro Linux sesuai kebutuhan ini ditujukan bagi kamu yang berencana untuk migrasi dari Windows atau Mac ke sistem operasi open source.

Dengan keberadaan ratusan distro di luar sana, menentukan distribusi Linux yang cocok untukmu dengan cara mencoba satu persatu adalah hal yang mustahil. Untuk menyederhanakan proses memilih distro Linux terbaik untuk laptop, netbook, atau desktop-mu, silakan ikuti 10 langkah berikut.


1. Tentukan apa saja yang kamu inginkan dari sebuah distro.

Apakah kamu butuh distro Linux yang user-friendly untuk pengguna pemula? Yang memiliki paid support untuk perusahaan? Dengan paket software khusus untuk laboratorium sains atau studio musik? Yang berukuran kecil, ringan, dan cepat untuk komputer tua? Atau distro dengan fitur terlengkap dan tampilan desktop terbaik?


2. Manfaatkan alat bantu untuk memilih distro Linux.

Kamu bisa memilih fitur, paket, tujuan penggunaan, dan sebagainya dengan beberapa tool berikut:

Dengan menggunakan tool tersebut, maka jumlah pilihanmu akan semakin mengerucut. Berikutnya, kamu tinggal menyeleksi diantara beberapa distribusi saja.


3. Unduh, bakar, dan gunakan LiveDistro – live CD atau USB – untuk menguji kompatibilitas hardware komputermu.

Kamu bisa mengunduh file-file .iso untuk kemudian dibakar di CD dari:

Atau jika ingin menggunakan Live USB, silakan unduh dan instal:

Beberapa faktor yang harus kamu cek antara lain: kelancaran koneksi internet, kesempurnaan tampilan grafis, dan input-output audio.


4. Jika kamu menginginkan bantuan komunitas yang luas, pilihlah distro Linux dengan forum aktif atau terpopuler di Distrowatch.

Saat ini, distro Linux tepopuler dengan dukungan komunitas terbesar antara lain:

Sumber: Top Ten Distributions @distrowatch.com


5. Baca release notes dan pastikan tidak ada konflik dengan program/aplikasi dan hardware yang akan kamu pergunakan.

Catatan penerbitan atau release notes bisa jadi sangat membosankan untuk dibaca. Namun demikian, sangat penting untuk memperhatikan terutama bagian hardware compatibility untuk mencegah ketidakcocokan antara sistem operasi dan komputermu. Release notes biasanya disajikan dalam laman unduhan dari website resmi suatu distro.


6. Untuk “menghidupkan” kembali komputer lama, kamu bisa menginstal lightweight distro.

Beberapa distribusi “kelas bulu” – namun dengan fungsionalitas penuh – yang bisa kamu instal pada komputer tua dengan hardware jadul antara lain:

Catatan: Ukuran yang ramping dan minimalis tidak lantas membuat distro-distro lightweight hanya pantas digunakan pada perangkat lama. Justru para programmer & hacker lebih suka memasang sistem operasi seperti ini pada laptop/desktop mutakhir. Mengapa? Sebab kebutuhan sumber daya OS yang minim mewujudkan kinerja komputasi yang optimal, stabil, dan berkecepatan tinggi.

Disclaimer: Penulis menggunakan Xubuntu 14.10 Utopic Unicorn pada laptop dengan prosesor Intel i3 (2.4GHz) dan memori 2GB DDR3. Super enteng! :))


7. Untuk distro Linux dengan tampilan desktop paling cantik, pilih yang menawarkan Enlightenment atau Compiz.

Beberapa desktop environment yang digunakan dalam distribusi Linux antara lain:

Sedangkan jika kamu menginginkan desain desktop terbaik (secara estetis), sebaiknya pilih distro dengan window manager:

Mm, apa bedanya desktop environment dan window manager? Baca artikel di ghacks.net ini.


8. Untuk sistem kantor atau perusahaan – dengan dana cukup besar untuk membiayai paid support (dukungan berbayar), gunakan distro Linux komersial.

Distribusi Linux untuk kebutuhan profesional (enterprise) antara lain:

Daftar lengkapnya bisa kamu lihat di enterprise linux distro @linux.com


9. Instal dua atau tiga distro berbeda untuk merasakan pengalaman masing-masing, dan pilih yang paling cocok dengan seleramu.

Atau jika kamu ingin merasakan sekaligus beberapa sistem operasi berbeda di dalam satu komputer, kamu bisa menginstal mesin virtualisasi seperti:

Daftar lengkap dan perbandingan software virtualisasi bisa kamu temukan di comparison of linux virtualization technology @kernelnewbies.org.


10. Setelah menentukan pilihan dan akan menginstal di harddisk, buat partisi untuk memisahkan sistem dan data.

Partition manager gratis untuk distribusi Linux antara lain:

Sedangkan untuk membuat dan mengelola partisi dengan Live CD/USB/PXE/HD (sebelum menginstal sistem operasi), kamu bisa menggunakan GParted Live


Tips: Selalu simpan live CD atau live USB dari distro Linux yang kamu pakai, agar siap sewaktu-waktu sistem operasimu bermasalah atau butuh menginstal ulang.

Untuk kepentingan ini, lihat poin 3 di atas. Selain itu kamu juga bisa membangun sendiri Live Linux dengan menggunakan Linux Live Kit, atau pilih sendiri sesuai seleramu dari Wikipedia’s List of Linux kernel based live CDs.


Distro Linux buatan Indonesia

Nah, sebagai orang warga negara Indonesia yang (semoga) baik, kamu mungkin tertarik untuk mencicipi pengalaman menggunakan distribusi Linux buatan anak negeri. Kamu bisa memperoleh informasi selengkapnya di Daftar Distro Linux Indonesia @ iiprayudi.wordpress.com atau ngobrol dengan komunitas pengguna Linux Indonesia di Forum @ linux.or.id


Demikian 10 poin cara memilih distro paling baik sesuai kebutuhan untuk calon pengguna Linux.

Apa distro Linux yang kamu gunakan sekarang? Mengapa kamu memilih distribusi itu? Tuliskan di komentar untuk membantu lebih banyak orang menentukan pilihannya 😉


Sumber: How to Choose a Linux Distro – wikihow

There is one comment

Tuliskan pendapatmu

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *