Panduan Ubuntu Server: 2.1. Persiapan Instalasi

Daftar Isi

2.1. Persiapan Instalasi

Bagian ini menguraikan berbagai aspek yang harus dipertimbangkan sebelum memulai proses instalasi.

2.1.1. Persyaratan Sistem

Ubuntu 14.04 LTS Server Edition mendukung tiga arsitektur utama: Intel x86, MD64, dan ARM. Tabel di bawah ini menyajikan daftar spesifikasi hardware yang direkomendasikan. Penggunaan spesifikasi yang lebih rendah dari yang direkomendasikan memiliki berbagai resiko gangguan kinerja.

Tabel 1. Persyaratan Minimum yang Direkomendasikan

Tipe Instalasi

CPU

RAM

Ruang Hard Drive

Server (Standar)

1 GHz

512 MB

1 GB

1,75 GB

Server (Minimal)

200 MHZ

192 MB

700 MB

 Sistem

1,4 GB

Seluruh Task Terinstal

 

Ubuntu Server Edition menyajikan basis umum untuk segala jenis aplikasi server, termasuk file/print service, web hosting, email hosting, dll.

2.1.2. Perbedaan Server dan Desktop

Terdapat sejumlah perbedaan antara Ubuntu Server Edition dan Ubuntu Desktop Edition. Perlu dicatat bahwa kedua edisi tersebut mempergunakan repositori apt yang sama, sehingga instalasi aplikasi server pada Desktop Edition sama mudahnya dengan Server Edition.

2.1.2.1. Perbedaan Kernel

Ubuntu versi 10.10 dan pendahulunya memiliki kernel yang berbeda antara edisi server dan desktop. Saat ini, Ubuntu keduanya telah disamakan dengan kernel generik untuk mengurangi beban pemeliharaan sepanjang masa hidup rilis.

Untuk melihat semua opsi konfigurasi server, kita bisa mengaksesnya di /boot/config-3.13.0-server. Selain itu, Linux Kernel in a Nutshell1 adalah sumber informasi yang cukup lengkap memuat berbagai opsi yang tersedia.

2.1.3. Pencadangan

Sebelum memulai instalasi Ubuntu Server Edition, kita harus memastikan seluruh data di dalam sistem telah dicadangkan. Lihat Bab 19, Pencadangan untuk opsi pencadangan.

Jika kita melakukan instalasi pada komputer yang sebelumnya telah terinstal sistem operasi lainnya, kemungkinan besar kita perlu menjalankan partisi ulang pada disk untuk menyiapkan ruang bagi Ubuntu.

Setiap kali kita membuat partisi pada disk, kita harus siap untuk kehilangan segala data yang ada di dalamnya jika terjadi kekeliruan selama proses partisi. Program-program yang dipergunakan dalam proses instalasi memang cukup dapat diandalkan, kebanyakan telah memiliki jam terbang bertahun-tahun, namun perlu diingat bahwa program-program tersebut juga menjalankan kerja-kerja yang bersifat destruktif.

Tak ada komentar

Tuliskan pendapatmu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *