Panduan Ubuntu Server: 2.2. Instalasi dengan CD

Daftar Isi

2.2. Instalasi dengan CD

Pada dasarnya, langkah-langkah instalasi Ubuntu Server Edition melalui CD sama saja dengan metode instalasi sistem operasi lainnya. Namun, tidak seperti Desktop Edition yang menggunakan program instalasi grafikal, Server Edition menggunakan proses berbasis konsol.

  • Unduh file ISO dari situs web Ubuntu1, bakar ke CD.
  • Boot sistem melalui CD-ROM drive.
  • Pilih bahasa konsol.
  • Menu boot utama menyajikan sejumlah opsi, yakni:
    • Instalasi dasar Ubuntu Server
    • Cek CD-ROM
    • Cek RAM sistem
    • Boot dari hard disk pertama
    • Pemulihan sistem yang rusak

Selanjutnya, bagian ini membahas instalasi dasar Ubuntu Server.

  • Pilih bahasa instalasi dan tentukan lokasi.
  • Pilih tataletak keyboard. Kita bisa meminta installer untuk menjalankan deteksi otomatis maupun memilih secara manual.
  • Installer membaca konfigurasi hardware, kemudian mengonfigurasikan pengaturan jaringan dengan DHCP. Jika kita tidak ingin menggunakan DHCP, pada layar berikutnya pilih “Go Back” untuk memunculkan opsi “Configure the network manually“.
  • Installer meminta hostname sistem.
  • User baru dibuat; user ini memiliki akses root via utilitas sudo.
  • Sesudah pengaturan selesai, kita akan diminta untuk menjalankan enkripsi direktori home.
  • Installer meminta Zona Waktu sistem.
  • Kita akan menentukan konfigurasi tataletak hard drive, memilih disk yang akan dijadikan lokasi instalasi. Installer meminta konfirmasi sebelum menyusun ulang tabel partisi atau mengatur LVM (tergantung tataletak disk). Jika kita memilih LVM, kita akan diminta untuk menentukan ukuran logical volume untuk direktori root. Opsi lanjut akan diuraikan di Bagian 2.4, “Instalasi Mahir”.
  • Base system Ubuntu diinstal.
  • Berikutnya, kita menentukan metode update sistem dari tiga opsi:
    • No automatic updates: mensyaratkan administrator untuk log in dan menginstal update secara manual.
    • Install security updates automatically: opsi ini menginstal unattended-upgrades package yang akan secara otomatis menginstal update keamanan tanpa intervensi administrator. Rinciannya akan diuraikan pada bagian 3.5, Update Otomatis.
    • Manage the system with Landscape: Landscape adalah layanan berbayar yang disediakan oleh Canonical untuk membantu pengelolaan Ubuntu Server. Kunjungi situs web Landscape2 untuk informasi selengkapnya.
  • Selanjutnya, kita bisa memilih untuk menginstal sejumlah package task. Lihat bagian 2.2.1, “Package Task” untuk rinciannya. Selain itu, kita bisa menggunakan aptitude untuk memilih paket-paket spesifik yang ingin diinstal. Untuk informasi lebih lanjut, lihat bagian 3.4, Aptitude.
  • Langkah terakhir sebelum reboot adalah pengaturan waktu server ke UTC.

Catatan: Jika sepanjang instalasi kita merasa tidak puas dengan pengaturan default, kita bisa menggunakan fungsi “Go Back” pada tahap manapun untuk menampilkan menu instalasi terperinci yang akan memampukan kita memodifikasi pengaturan default.

Kita juga bisa membaca layar help yang disertakan dalam sistem instalasi dengan mengklik tuts F1.

Sekali lagi, untuk intruksi yang lebih detail, silakan merujuk ke Ubuntu Installation Guide3.

2.2.1. Package Task

Ketika menjalankan instalasi, kita memiliki opsi untuk menginstal sejumlah paket tambahan dari CD. Paket-paket tersebut dikelompokkan berdasarkan tipe service yang dijalankannya.

  • DNS server: menginstal BIND DNS server dan dokumentasinya.
  • LAMP server: menginstal paket Linux/Apache/MySQL/PHP siap pakai.
  • Mail server: menginstal beragam paket untuk sistem mail server.
  • OpenSSH server: menginstal paket yang dibutuhkan untuk OpenSSH server.
  • PostgreSQL database: menginstal paket klien dan server untuk PostgreSQL database.
  • Print server: menginstal paket print server.
  • Samba File server: menginstal paket server file Samba, yang khusus dibangun untuk jaringan lintas sistem operasi Windows dan Linux.
  • Tomcat Java server: menginstal Apache Tomcat dan dependensinya.
  • Virtual Machine host: menginstal paket untuk menjalankan sistem virtual berbasis KVM.
  • Manually select packages: menjalankan aptitude untuk menginstal paket sesuai kebutuhan.

Instalasi masing-masing grup paket dijalankan dengan utilitas tasksel. Berbeda dengan distro GNU/Linux lainnya, Ubuntu (atau Debian) secara otomatis mengatur konfigurasi default, serta meminta sejumlah informasi tambahan. Demikian pula, ketika kita memilih task, selain menginstal paket-paket terkait, sistem juga mengatur konfigurasi default hingga dapat berfungsi sebagai sebuah sistem layanan terpadu.

Setelah proses instalasi selesai, kita bisa menampilkan daftar task yang tersedia dengan mengetikkan perintah:

tasksel –list—task

Catatan: Output dari perintah tersebut juga akan menampilkan task yang disajikan oleh distro berbasis Ubuntu lainnya, seperti Kubuntu dan Edubuntu. Kita juga bisa menggunakan perintah tasksel untuk menampilkan menu dari berbagai task yang tersedia.

Kita bisa menampilkan daftar paket yang terinstal dalam masing-masing task dengan menambahkan opsi –task-packages. Misalnya, untuk melihat daftar paket yang terinstal dalam task DNS Server, ketikkan perintah:

tasksel –task-packages dns-server

Output dari perintah di atas kurang lebih seperti ini:

bind9-doc

bind9utils

bind9

Jika kita tidak menginstal salah satu task selama proses instalasi, namun ternyata kita membutuhkannya di kemudian hari, misalnya setelah usai menginstal LAMP server ternyata kita membutuhkan DNS server, kita tinggal memasukkan CD instalasi dan mengetikkan perintah:

sudo tasksel install dns-server

1http://www.ubuntu.com/download/server/download

2http://landscape.canonical.com

Tak ada komentar

Tuliskan pendapatmu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *