Panduan Ubuntu Server dalam Bahasa Indonesia

PANDUAN UBUNTU SERVER – dialihbahasakan oleh Eka Y Saputra

Catatan:

  • Panduan ini bukan versi resmi dari Ubuntu Loco Indonesia yang (mungkin) mengutamakan EYD, ini adalah versi independen yang lebih mengutamakan sisi praktis bagi para administrator sistem dengan menghindari pemaksaan Indonesianisasi terma-terma internasional.
  • Sepanjang masa penulisan, seluruh berkas disimpan di repositori git privat di Bitbucket. Akses publik akan dibuka sesudah seluruh konten lengkap.

Bab 1. Pengantar


Bab 2. Instalasi

2.1. Persiapan Instalasi

2.1.1. Persyaratan Sistem

2.1.2. Perbedaan Server dan Desktop

2.1.2.1. Perbedaan Kernel

2.1.3. Pencadangan

2.2. Instalasi dengan CD

2.2.1. Package Task

2.3. Upgrading

2.3.1. do-release-upgrade

2.4. Instalasi Lanjut

2.4.1. Software RAID

2.4.1.1. Menyusun Partisi

2.4.1.2. Konfigurasi RAID

2.4.1.3. Pemformatan

2.4.1.4. Degraded RAID

2.4.1.5. Pemeliharaan RAID

2.4.1.6. Sumber Referensi

2.4.2. Logical Volume Manager (LVM)

2.4.2.1. Ikhtisar

2.4.2.2. Instalasi

2.4.2.3. Perluasan Volume Group

2.4.2.4. Sumber Referensi

2.5. Kernel Crash Dump

2.5.1. Pengantar

2.5.2. Mekanisme Kernel Crash Dump

2.5.3. Instalasi

2.5.4. Konfigurasi

2.5.5. Verifikasi

2.5.6. Pengujian Mekanisme Crash Dump

2.5.7. Sumber Referensi


Bab 3. Manajemen Paket

3.1. Pengantar

3.2. dpkg

3.3. Apt-Get

3.4. Aptitude

3.4.1. Command Line Aptitude

3.5. Update Otomatis

3.5.1. Notifikasi

3.6. Konfigurasi

3.6.1. Repositori Ekstra

3.7. Referensi


Bab 4. Pengaturan Jaringan (Networking)

4.1. Konfigurasi Jaringan

4.1.1. Ethernet Interface

4.1.1.1. Identifikasi Ethernet Interface

4.1.1.2. Ethernet Interface Logical Names

4.1.1.3. Pengaturan Ethernet Interface

4.1.2. Alamat IP

4.1.2.1. Temporary IP Address Assignment

4.1.2.2. Dynamic IP Address Assignment (DHCP Client)

4.1.2.3. Static IP Address Assignment

4.1.2.4. Loopback Interface

4.1.3. Name Resolution

4.1.3.1. Konfigurasi DNS Client

4.1.3.2. Static Hostname

4.1.3.3. Konfigurasi Name Service Switch

4.1.4. Bridging

4.1.5. Sumber Referensi

4.2. TCP/IP

4.2.1. Pengantar TCP/IP

4.2.2. Konfigurasi TCP/IP

4.2.3. IP Routing

4.2.4. TCP dan UDP

4.2.5. ICMP

4.2.6. Daemons

4.2.7. Sumber Referensi

4.3. DHCP

4.3.1. Instalasi

4.3.2. Konfigurasi

4.3.3. Referensi

4.4. Sinkronisasi Waktu dengan NTP

4.4.1. ntpdate

4.4.2. ntpd

4.4.3. Instalasi

4.4.4. Konfigurasi

4.4.5. Menampilkan status

4.4.6. Referensi


Bab 5. DM-Multipath

5.1. Device Mapper Multipathing

5.1.1. Fitur Baru untuk Ubtuntu Server 12.04

5.1.1.1. Migrasi dari 0.4.8

5.1.2. Ikhtisar

5.1.3. Ikhtisar Storage Array

5.1.4. Komponen-komponen DM-Multipath

5.1.5. Ikhtisar Pengaturan DM-Multipath

5.2. Multipath Devices

5.2.1. Multipath Device Identifiers

5.2.2. Konsistensi Nama Multipath Device dalam Sebuah Cluster

5.2.3. Atribut Multipath Device

5.2.4. Multipath Devices dalam Logical Volumes

5.3. Ikhtisar Pengaturan DM-Multipath

5.3.1. Pengaturan DM-Multipath

5.3.2. Instalasi dengan Multipath Support

5.3.3. Pengabaian Local Disks Saat Menyusun Multipath Devices

5.3.4. Konfigurasi Storage Devices

5.4. File Konfigurasi DM-Multipath

5.4.1. Ikhtisar File Konfigurasi

5.4.2. Blacklist dalam File Konfigurasi

5.4.2.1. Menyusun Blacklist berdasarkan WWID

5.4.2.2. Menyusun Blacklist berdasarkan Nama Device

5.4.2.3. Menyusun Blacklist berdasarkan Tipe Device

5.4.2.4. Pengecualian Blacklist

5.4.3. Pengaturan Default dalam File Konfigurasi

5.4.4. Atribut Multipath pada File Konfigurasi

5.4.5. Devices pada File Konfigurasi

5.5. Administrasi dan Troubleshooting DM-Multipath

5.5.1. Menjalankan Resizing pada Online Multipath Device

5.5.2. Memindahkan root File Systems dari Single Path Device ke Multipath Device

5.5.3. Memindahkan swap File Systems dari Single Path Device ke Multipath Device

5.5.4. Multipath Daemon

5.5.5. Persoalan queue_if_no_path

5.5.6. Output Perintah Multipath

5.5.7. Multipath Queries dengan Perintah multipath

5.5.8. Opsi Perintah Multipath

5.5.9. Menentukan Entri-entri Device Mapper dengan Perintah dmsetup

5.5.10. Troubleshooting pada konsol interaktif multipathd


Bab 6. Administrasi Jarak Jauh

6.1. OpenSSH Server

6.1.1. Pengantar

6.1.2. Instalasi

6.1.3. Konfigurasi

6.1.4. SSH Keys

6.1.5. Referensi

6.2. Puppet

6.2.1. Prekonfigurasi

6.2.2. Instalasi

6.2.3. Konfigurasi

6.2.4. Sumber Referensi

6.3. Zentyal

6.3.1. Instalasi

6.3.2. Langkah-langkah Awal

6.3.3. Referensi


Bab 7. Autentikasi Jaringan

7.1. OpenLDAP Server

7.1.1. Instalasi

7.1.2. Inspeksi Pascainstalasi

7.1.3. Memodifikasi/Menciptakan Populasi Databsse

7.1.4. Memodifikasi Database Konfigurasi slapd

7.1.5. Logging

7.1.6. Replikasi

7.1.6.1. Konfigurasi Provider

7.1.6.2. Konfigurasi Consumer

7.1.6.3. Pengujian

7.1.7. Access Control

7.1.8. TLS

7.1.9. Replikasi dan TLS

7.1.10. Autentikasi LDAP

7.1.11. Manajemen User dan Group

7.1.12. Pencadangan dan Pemulihan

7.1.13. Sumber Referensi

7.2. Samba dan LDAP

7.2.1. Instalasi Software

7.2.2. Konfigurasi LDAP

7.2.2.2. Skema Samba

7.2.2.2. Samba Indices

7.2.2.3. Menambahkan Samba LDAP objects

7.2.3. Konfigurasi Samba

7.2.4. Sumber Referensi

7.3. Kerberos

7.3.1. Ikhtisar

7.3.2. Kerberos Server

7.3.2.1. Instalasi

7.3.2.2. Konfigurasi

7.3.3. Secondary KDC

7.3.4. Kerberos Linux Client

7.3.4.1. Instalasi

7.3.4.2. Konfigurasi

7.3.5. Sumber Referensi

7.4. Kerberos dan LDAP

7.4.1. Mengonfigurasi OpenLDAP

7.4.2. Konfigurasi Primary KDC

7.4.3. Konfigurasi Secondary KDC

7.4.4. Sumber Referensi


Bab 8. DNS

8.1. Instalasi

8.2. Konfigurasi

8.2.1. Ikhtisar

8.2.2. Caching Nameserver

8.2.3. Primary Master

8.2.3.1. File Forward Zone

8.2.3.2. File Reverse Zone

8.2.4. Secondary Master

8.3. Troubleshooting

8.3.1. Pengujian

8.3.1.1. resolv.conf

8.3.1.2. dig

8.3.1.3. ping

8.3.1.4. named-checkzone

8.3.2. Logging

8.4. Referensi

8.4.1. Tipe-tipe Records Umum

8.4.2. Referensi Lanjut


Bab 9. Keamanan

9.1. Manajemen User

9.1.1. Dimanakah Akun root?

9.1.2. Menambahkan dan Menghapus User

9.1.3. Pengamanan Profil User

9.1.4. Password Policy

9.1.4.1. Panjang Minimal Password

9.1.4.2. Kadaluwarsa Password

9.1.5. Pertimbangan Keamanan Lainnya

9.1.5.1. Akses SSH oleh Disabled Users

9.1.5.2. Autentikasi Database User Eksternal

9.2. Keamanan Konsol

9.2.1. Deaktivasi Ctrl+Alt+Delete

9.3. Firewall

9.3.1. Pengantar

9.3.2. ufw – Uncomplicated Firewall

9.3.2.1. Integrasi Aplikasi ufw

9.3.3. Penyamaran IP

9.3.3.1. Menyamarkan IP

9.3.3.2. Menyamarkan iptables

9.3.4. Firewall Logs

9.3.5. Perkakas Lainnya

9.3.6. Referensi

9.4. AppArmor

9.4.1. Penggunaan AppArmor

9.4.2. Profil AppArmor

9.4.2.1. Membuat Profil

9.4.2.2. Update Profil

9.4.3. Referensi

9.5. Sertifikat

9.5.1. Tipe-tipe Sertifikat

9.5.2. Membuat Certificate Signing Request (CSR)

9.5.3. Membuat Self-Signed Certificate

9.5.4. Instalasi Sertifikat

9.5.5. Otoritas Sertifikat

9.5.6. Referensi

9.6. eCryptfs

9.6.1. Penggunaan eCryptfs

9.6.2. Mounting Otomatis Partisi Terenkripsi

9.6.3. Utilitas Lainnya

9.6.4. Referensi


Bab 10. Monitoring

10.1. Ikhtisar

10.2. Nagios

10.2.1. Instalasi

10.2.2. Ikhtisar Konfigurasi

10.2.3. Konfigurasi

10.2.4. Referensi

10.3. Munin

10.3.1. Instalasi

10.3.2. Konfigurasi

10.3.3. Plugin Tambahan

10.3.4. Referensi


Bab 11. Web Server

11.1. HTTPD – Apache2 Web Server

11.1.1. Instalasi

11.1.2. Konfigurasi

11.1.2.1. Pengaturan Dasar

11.1.2.2. Pengaturan Detail

11.1.2.3. Pengaturan httpd

11.1.2.4. Modul-modul Apache2

11.1.3. Konfigurasi HTTPS

11.1.4. Berbagi Write Permission

11.1.5. Referensi

11.2. PHP5 – Bahasa Scripting

11.2.1. Instalasi

11.2.2. Konfigurasi

11.2.3. Pengujian

11.2.4. Referensi

11.3. Squid – Proxy Server

11.3.1. Instalasi

11.3.2. Konfigurasi

11.3.3. Referensi

11.4. Ruby on Rails

11.4.1. Instalasi

11.4.2. Konfigurasi

11.4.3. Referensi

11.5. Apache Tomcat

11.5.1. Instalasi System-wide

11.5.2. Konfigurasi

11.5.2.1. Mengubah Port-port Default

11.5.2.2. Mengubah JVM yang Digunakan

11.5.2.3. Menentukan user dan role

11.5.3. Penggunaan Aplikasi Web Standar Tomcat

11.5.3.1. Dokumentasi Tomcat

11.5.3.2. Aplikasi Web Administrasi Tomcat

11.5.3.3. Contoh Aplikasi Web Tomcat

11.5.4. Penggunaan Private Instances

11.5.4.1. Instalasi Dukungan Privat Instances

11.5.4.2. Membuat Private Instance

11.5.4.3. Mengonfigurasi Private Instance

11.5.4.4. Pengoperasian Private Instance

11.5.5. Referensi


Bab 12. Database

12.1. MySQL

12.1.1. Instalasi

12.1.2. Konfigurasi

12.1.3. Database Engines

12.1.4. Konfigurasi Lanjut

12.1.4.1. Membuat file kustom my.cnf

12.1.4.2. Tuner MySQL

12.1.5. Sumber Referensi

12.2. PostgreSQL

12.2.1. Instalasi

12.2.2. Konfigurasi

12.2.3. Pencadangan

12.2.4. Sumber Referensi


Bab 13. Aplikasi LAMP

13.1. Ikhtisar

13.2. Moin Moin

13.2.1. Instalasi

13.2.2. Konfigurasi

13.2.3. Verifikasi

13.2.4. Referensi

13.3. MediaWiki

13.3.1. Instalasi

13.3.2. Konfigurasi

13.3.3. Ekstensi-ekstensi MediaWiki

13.3.4. Referensi

13.4. phpMyAdmin

13.4.1. Instalasi

13.4.2. Konfigurasi

13.4.3. Referensi

13.5. WordPress

13.5.1. Instalasi

13.5.2. Konfigurasi

13.5.3. Referensi


Bab 14. File Server

14.1. FTP Server

14.1.1. Instalasi FTP Server vsftpd

14.1.2. Konfigurasi FTP Anonim

14.1.3. Konfigurasi User Authenticated FTP

14.1.4. Pengamanan FTP

14.1.5. Referensi

14.2. NFS

14.2.1. Instalasi

14.2.2. Konfigurasi

14.2.3. Konfigurasi NFC Client

14.2.4. Referensi

14.3. iSCSI Initiator

14.3.1. Instalasi

14.3.2. Konfigurasi

14.3.3. Referensi

14.4. CUPS – Print Server

14.4.1. Instalasi

14.4.2. Konfigurasi

14.4.3. Web Interface

14.4.3. Referensi


Bab 15. Email Service

15.1. Postfix

15.1.1. Instalasi

15.1.2. Konfigurasi Dasar

15.1.3. Autentikasi SMTP

15.1.4. Mengonfigurasikan SASL

15.1.5. Mail-Stack Delivery

15.1.6. Pengujian

15.1.7. Troubleshooting

15.1.7.1. Menghindari chroot

15.1.7.2. smtps

15.1.7.3. Log File

15.1.7.4. Referensi

15.2. Exim4

15.2.1. Instalasi

15.2.2. Konfigurasi

15.2.3. Autentikasi SMTP

15.2.4. Mengonfigurasikan SASL

15.2.5. Referensi

15.3. Dovecot Server

15.3.1. Instalasi

15.3.2. Konfigurasi

15.3.3. Konfigurasi SSL Dovecot

15.3.4. Konfigurasi Firewall untuk Email Server

15.3.5. Referensi

15.4. Mailman

15.4.1. Instalasi

15.4.1.1. Apache2

15.4.1.2. Postfix

15.4.1.3. Exim4

15.4.1.4. Mailman

15.4.2. Konfigurasi

15.4.2.1. Apache2

15.4.2.2. Postfix

15.4.2.3. Exim4

15.4.2.4. Main

15.4.2.5. Transport

15.4.2.6. Router

15.4.2.7. Mailman

15.4.3. Administrasi

15.4.4. User

15.4.5. Referensi

15.5. Mail Filtering

15.5.1. Instalasi

15.5.2. Konfigurasi

15.5.2.1. ClamAV

15.5.2.2. Spamassassin

15.5.2.3. Amavisd-new

15.5.2.3.1. DKIM Whitelist

15.5.2.4. Postfix

15.5.2.5. Amavisd-new dan Spamassassin

15.5.3. Pengujian

15.5.4. Troubleshooting

15.5.5. Referensi


Bab 16. Aplikasi Chat

16.1. Ikhtisar

16.2. IRC Server

16.2.1. Instalasi

16.2.2. Konfigurasi

16.2.3. Referensi

16.3. Jabber Instant Messaging Server

16.3.1. Instalasi

16.3.2. Konfigurasi

16.3.3. Referensi


Bab 17. Version Control System

17.1. Bazaar

17.1.1. Instalasi

17.1.2. Konfigurasi

17.1.3. Mempelajari Bazaar

17.1.4. Integrasi Launchpad

17.2. Git

17.2.1. Instalasi

17.2.2. Konfigurasi

17.2.3. Penggunaan Dasar

17.2.4. Instalasi gitolite server

17.2.5. Konfigurasi gitolite

17.2.6. Mengelola user dan repositori gitolite

17.2.7. Pengoperasian server

17.3. Subversion

17.3.1. Instalasi

17.3.2. Konfigurasi Server

17.3.2.1. Membuat Repositori Subversion

17.3.2.2. Mengimpor File

17.3.3. Metode Akses

17.3.3.1. Akses Langsung (file://)

17.3.3.2. Akses via Protokol WebDAV (http://)

17.3.3.3. Akses via Protokol WebDAV dengan enkripsi SSL (https://)

17.3.3.4. Akses via Protokol Kustom (svn://)

17.3.3.5. Akses via Protokol Kustom dengan Enkripsi SSH (svn+ssh://)

17.4. Referensi


Bab 18. Samba

18.1. Pengantar

18.2. File Server

18.2.1. Instalasi

18.2.2. Konfigurasi

18.2.3. Sumber Referensi

18.3. Print Server

18.3.1. Instalasi

18.3.2. Konfigurasi

18.3.3. Sumber Referensi

18.4. Pengamanan File dan Print Server

18.4.1. Samba Security Modes

18.4.2. Security = User

18.4.3. Share Security

18.4.3.1. Group

18.4.3.2. File Permission

18.4.4. Profil AppArmor Samba

18.4.5. Sumber Referensi

18.5. Domain Controller

18.5.1. Primary Domain Controller

18.5.2. Backup Domain Controller

18.5.3. Sumber Referensi

18.6. Active Directory Integration

18.6.1. Mengakses Samba Share

18.6.2. Mengakses Windows Share

18.6.3. Sumber Referensi


Bab 19. Pencadangan

19.1. Shell Scripts

19.1.1. Shell Script Sederhana

19.1.2. Eksekusi Script

19.1.2.1. Eksekusi Script dari Terminal

19.1.2.2. Eksekusi Script dengan cron

19.1.3. Pemulihan dari Arsip

19.1.4. Referensi

19.2. Archive Rotation

19.2.1. Rotasi Arsip NFS

19.2.2. Tape Drives

19.3. Bacula

19.3.1. Ikhtisar

19.3.2. Instalasi

19.3.3. Konfigurasi

19.3.4. Pencadangan Localhost

19.3.5. Sumber Referensi


Bab 20. Virtualisasi

20.1. libvirt

20.1.1. Virtual Networking

20.1.2. Instalasi

20.1.3. virt-install

20.1.4. virt-clone

20.1.5. Manajemen Virtual Machine

20.1.5.1. virsh

20.1.5.2. Virtual Machine Manager

20.1.6. Virtual Machine Viewer

20.1.7. Sumber Referensi

20.2. Cloud image dan uvtool

20.2.1. Pengantar

20.2.2. Membuat Virtual Machine dengan uvtool

20.2.2.1. Paket uvtool

20.2.2.2. Mengambil Ubuntu Cloud Image dengan uvt-simplestreams-libvirt

20.2.2.3. Membuat VM dengan uvt-kvm

20.2.2.4. Koneksi dengan VM yang Berjalan

20.2.2.5. Mengambil Daftar VM yang Berjalan

20.2.2.6. Menghapus VM

20.2.2.7. Opsi Lanjut uvt-kvm

20.2.3. Sumber Referensi

20.3. Ubuntu Cloud

20.3.1. Instalasi

20.3.2. Konfigurasi

20.3.3. Sumber Referensi

20.4. LXC

20.4.1. Instalasi

20.4.2. Penggunaan Dasar

20.4.2.1. Penggunaan Dasar dengan Privilese

20.4.2.2. User namespace

20.4.2.3. Penggunaan Dasar Tanpa Privilese

20.4.2.3. Nesting

20.4.3. Konfigurasi Global

20.4.4. Networking

20.4.5. LXC startup

20.4.6. Pencadangan

20.4.7. Templat

20.4.8. Autostart

20.4.9. AppArmor

20.4.9.1. Kustomisasi Container Policy

20.4.10. Control Group

20.4.11. Kloning

20.4.11.1. Snapshot

20.4.11.2. Ephemeral Container

20.4.12. Liecycle Management Hooks

20.4.13. Konsol

20.4.14. Troubleshooting

20.4.14.1. Logging

20.4.14.2. Memonitor Status Container

20.4.14.3. Attach

20.4.14.4. Container Init Verbosity

20.4.15. LXC API

20.4.16. Keamanan

20.4.16.1. Exploitable System Calls

20.4.17. Sumber Referensi


Bab 21. Control Group

21.1. Ikhtisar

21.2. Filesystem

21.3. Delegasi

21.4. Manajer

21.5. Sumber Lainnya


Bab 22. Clustering

22.1. DRBD

22.1.1. Konfigurasi

22.1.2. Pengujian

22.1.3. Referensi


Bab 23. VPN

23.1. OpenVPN

23.1.1. Instalasi Server

23.1.2. Pengaturan Public Key Infrastructure

23.1.2.1. Pengaturan Certificate Authority

23.1.2.2. Server Certificate

23.1.2.3. Client Certificate

23.1.3. Konfigurasi Server Sederhana

23.1.4. Konfigurasi Client Sederhana

23.1.5. Troubleshooting

23.1.6. Konfigurasi Lanjut

23.1.6.1. Konfigurasi Routed VPN

23.1.6.2. Konfigurasi Bridged VPN

23.1.6.2.1. Persiapan interface config untuk bridging

23.1.6.2.2. Persiapan server config untuk bridging

23.1.6.2.3. Konfigurasi Client

23.1.7. Implementasi Software Client

23.1.7.1. Linux Network-Manager GUI untuk OpenVPN

23.1.7.2. OpenVPN dengan GUI untuk Mac OS X: Tunnelblick

23.1.7.3. OpenVPN dengan GUI untuk Win 7

23.1.7.4. OpenVPN untuk OpenWRT

23.1.8. Referensi


Bab 24. Aplikasi Lainnya

24.1. pam_motd

24.2. etckeeper

24.3. Byobu

24.4. Referensi


A. Apendiks

A.1. Pelaporan Bug untuk Ubuntu Server Edition

A.1.1. Pelaporan Bug dengan apport-cli

A.1.2. Pelaporan Application Crash

A.1.3. Sumber Referensi

There are 3 comments

Tuliskan pendapatmu

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *