4 perbedaan strategi authority site dan niche site terutama terletak pada: riset pengembangan, gaya konten, strategi SEO, dan sumber trafik.

empat perbedaan strategi authority site dan niche site

Berikut akan saya ulas rincian dari masing-masing poin pembeda agar penggunaan istilah internet marketing ini tidak lagi rancu dan membingungkan.

Sebelumnya, ada baiknya kamu lebih dahulu membaca Authority Site: Definisi, Model Bisnis, Sejarah, dan Keunggulannya.


Riset Pengembangan

Riset Pengembangan Niche Site

Saat membangun niche site, kita memulainya dengan mencari dan menentukan produk yang akan dijual ke pengunjung website.

Bahan jualan itu bisa berupa produk afiliasi, produk buatan sendiri, dropshipping, maupun reseller.

Sesudah menemukan bahan dagangan yang menarik, kita mulai menyusun buyer persona yang paling potensial untuk dibidik.

Berikutnya, kita membangun kerangka desain website dan konten yang kira-kira menarik bagi target pasar untuk produk jualan kita.

Desain web diupayakan untuk memudahkan pengunjung melakukan transaksi, sehingga keberadaan tombol besar “Beli Sekarang” atau “Dapatkan Sekarang” menjadi ciri niche site.

Bisa dikatakan, niche site tak lain adalah versi sales page yang sedikit lebih ramah SEO, karena memiliki jumlah konten yang lebih banyak di beberapa laman.

Niche site berorientasi profit. Maka, sejak perencanaan hingga eksekusi, semua energi difokuskan untuk mewujudkan transaksi sebanyak mungkin demi menangguk laba yang besar.

Sebagai catatan, perlu dibedakan antara niche site dengan situs MFA (made for ads). Website MFA dicirikan dengan ramainya iklan yang membanjiri sekujur laman website.

Bahkan tak jarang, pada situs made for ads, setiap klik mouse otomatis membuka laman pop-up atau redirect ke website lain. Hal ini mengakibatkan user experience yang buruk. Berbeda dengan niche site yang berusaha menjaga kenyamanan pengunjung demi kelancaran transaksi.

Riset Pengembangan Authority Site

Di sisi lain, authority site mengajak kita melakukan riset untuk menentukan topik yang banyak dicari oleh orang dan belum tersedia di internet.

Berikutnya, riset kita akan beralih ke konten apa saja yang harus kita siapkan untuk melengkapi informasi mengenai topik inti yang telah kita pilih.

Sesudah bahan konten terkumpul, kita akan memikirkan bagaimana mengemas konten ke dalam metode penyajian yang enak dikunyah dan membuat pengunjung betah.

Untuk itu, desain authority site dibuat simpel, user-friendly, agar pengunjung nyaman menikmati seluruh konten yang disajikan dan menjelajahi semua laman.

Authority site yang baik memiliki tiga syarat penting:

Authority site berorientasi kredibilitas & kepercayaan. Untuk mencapainya, perancangan dan pengelolaan situs difokuskan pada bagaimana cara memenuhi dahaga informasi pengunjung.

Dengan terpenuhinya harapan pengunjung, maka situs kita akan dipercaya dan layak di-share ke jejaring sosial atau website lain.

Kesimpulan

Karakter webmaster yang profit-oriented versus trust-oriented menjadikan proses riset untuk kedua tipe situs ini berbeda sama sekali.

Pemilik niche site harus membuat website sesuai model monetisasi dan buyer persona yang telah ditentukan.

Sedangkan pengelola authority site justru menentukan monetisasi belakangan, setelah website jadi dan segmen pengunjung yang datang mulai teridentifikasi.


Gaya Konten

Gaya Konten Niche Site

Dalam menyusun konten untuk niche site, tantangannya adalah bagaimana agar pengunjung tertarik dan mau membeli produk yang ditawarkan.

Artikel yang disajikan tidak perlu terlalu panjang dan dalam, sebab justru berisiko mementahkan hasrat belanja para pembaca.

Konten yang sesuai untuk niche site adalah tipe konten yang mempengaruhi emosi pengunjung – menggembirakan, menyedihkan, atau kekhawatiran – sesuai produk dagangan.

Sebagai contoh, sebuah niche site mengenai tanaman hias bisa berisi:

Konten yang membangkitkan perasaan sedih misalnya pada niche site asuransi keuangan dengan menyajikan kisah mengenai sebuah keluarga yang kehilangan rumah mereka akibat disita oleh bank.

Seluruh konten diupayakan untuk membangkitkan emosi pengunjung agar bersegera melakukan transaksi pembelian produk atau layanan yang ditawarkan.

Gaya Konten Authority Site

Yang diutamakan dalam penyusunan konten untuk jenis situs ini adalah bagaimana menjelaskan suatu topik selengkap dan sedalam mungkin.

Konten untuk authority site umumnya berupa artikel-artikel panjang, rinci, dan mendalam. Selain teks, authority site juga bisa memuat ebook, video tutorial, checklist, maupun konten interaktif.

Sesuai dengan tujuannya, yakni untuk membangun otoritas di mata publik, maka seluruh konten harus disusun dengan cermat untuk mencegah kekeliruan yang berisiko meruntuhkan kredibilitas situs.

Selain isinya bermutu, cara penyajian konten juga harus enak dikonsumsi. Bahasa yang digunakan tak boleh terlalu formal, sesedikit mungkin menggunakan istilah-istilah teknis yang kurang dikenal oleh masyarakat awam.

Yang tidak boleh diabaikan adalah strategi distribusi informasi ke dalam laman-laman dengan menu navigasi yang jelas.

Alur navigasi harus logis dan mudah dipahami. Dengan demikian, pengunjung yang ingin mendalami suatu bahasan bisa dengan segera menemukan laman yang dibutuhkan.

Kesimpulan

Konten untuk niche site cenderung singkat, menarik perhatian, dan memancing emosi pengunjung untuk membangkitkan hasrat belanja.

Sedangkan konten authority site umumnya panjang, detail, dan membuat pengunjung memahami secara mendalam topik inti yang diuraikan.


Strategi SEO

Strategi SEO untuk Niche Site

Model berpikir umum dari pemilik niche site adalah: segera membangun, segera mendapatkan profit, lantas segera ditinggalkan.

Sebagai konsekuensinya, penggunaan segala metode black hat dihalalkan. Demi mempercepat popularitas dan menyedot trafik, berbagai cara curang dipakai:

Juga praktik-praktik gelap lainnya yang dipastikan membuat situs menerima penalti dari Google dan lenyap dari hasil pencarian.

Asalkan return of investment tercapai, pemilik niche site tak akan sayang untuk menghanguskan kredibilitas situsnya.

Strategi SEO untuk Authority Site

Authority site tidak bisa mewujudkan tujuan pembuatannya dalam waktu singkat. Sebab, kredibilitas situs – dan penulisnya – hanya bisa dibangun perlahan-lahan dalam waktu lama.

Neil Patel, sang maestro internet marketing, pernah menyatakan bahwa ia butuh waktu bertahun-tahun membangun dan mengelola blognya sebelum meraih predikat authority site.

… Today, the DA for Quicksprout (one of my other blogs) is at 77. But it took me eleven years and hundreds of thousands of links to get to that level …” – Neil Patel, How to Boost Your Domain Authority

Authority site tidak bisa dilepaskan dengan strategi content marketing sebab elemen utama dari jenis situs ini adalah kuantitas dan kualitas konten.

Secara umum, strategi link building tidak dijalankan secara agresif, justru cenderung pasif dan menanti natural backlink.

Kesimpulan

Niche site yang berorientasi profit sering dipacu dengan beragam metode SEO agresif yang berisiko tinggi. Jika suatu ketika situs tersebut mendapatkan penalti dari Google, si pemilik rela websitenya hangus asalkan ROI sudah tercapai.

Di lain pihak, authority site cenderung bermain sehat sesuai aturan main Google. Dengan fokus pada konten, situs semacam ini lebih diarahkan pada perolehan natural backlink, yakni tautbalik yang diberikan oleh orang lain secara sukarela tanpa campur tangan kita.


Sumber Trafik

Sumber Trafik untuk Niche Site

Pengunjung yang datang ke niche site terutama berasal dari mesin pencari. Inilah yang kemudian membuat pemiliknya menerapkan seluruh metode SEO curang.

Sumber lainnya bisa diabaikan, bahkan memang sengaja tidak diupayakan karena potensi pengunjung untuk membeli produk tidak sebesar mereka yang datang dari laman hasil pencarian.

Sumber Trafik untuk Authority Site

Dengan proses perlahan dan pengelolaan yang kontinu, sumber trafik authority site sangat beragam.

Selain search engine, pengunjung situs ini bisa dipancing dengan:

Jadi, sumber pengunjung situs ini tidak melulu tergantung pada ranking mesin pencari.

Justru sebaliknya, dengan value dari konten dan user experience yang bagus, authority site memancing Google untuk meletakkannya di peringkat teratas hasil pencarian.


Demikian 4 poin utama yang menegaskan perbedaan strategi authority site dan niche site.

Kamu mungkin memiliki pendapat yang berbeda. Boleh saja, toh, tidak ada klasifikasi resmi yang menentukan dengan jelas perbedaan kedua jenis situs tersebut.

Apapun pilihan strategi internet marketing-mu, saya harap kamu sudi mempertimbangkan perasaan para pengunjung situsmu.

Menambang emas tak ada salahnya, menyuguh tamu dengan hidangan terbaik tak ada ruginya. 😉


Artikel ini ditulis oleh Artisan Konten dengan inspirasi dari nichepursuits.

  Jadilah Patron!

15 September 2017

Berikan komentar - no value, no backlink ;)