Mengenal Javascript, AJAX, jQuery, AngularJS, dan Node.js

Apakah pengertian dan perbedaan Javascript, AJAX, jQuery, AngularJS, dan Node.js?

Tulisan ini menguraikan secara singkat dan memberikan beberapa contoh penggunaannya bagi Anda yang kurang mengerti definisi dan fungsi masing-masing script tersebut.


JavaScript

JavaScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang dirancang untuk penggunaan pada browser (peramban) web. JavaScript bukan scripting language, juga sama sekali tidak berhubungan dengan platform software Java milik Oracle, jadi memang namanya agak menyesatkan.

Kita bisa menulis kode dalam JavaScript sebagai bahasa full fitur yang – dengan satu pengecualian – mampu berjalan dalam sebuah browser web seperti Chrome, Firefox, atau Internet Explorer. Secara umum ia dipergunakan untuk memanipulasi “Document Object Model” (DOM), yang meliputi elemen-elemen pada sebuah laman web.

JavaScript dieksekusi pada client side (komputer pengguna): Sebuah server website mengirim javascript ke peramban milik pengguna, dan browser tersebut menginterpretasikan dan menjalankan kodenya. Semua ini terjadi dalam sebuah sandbox, yang menjaga agar javascript tidak menyentuh internal sistem, sehingga mencegah malicious code (kode jahat) menginfeksi komputer pengguna.

Contoh program JavaScript paling simpel adalah alert("hello world!");, yang kemungkinan diletakkan pada sebuah laman HTML di dalam tag <script> untuk memerintahkan browser menginterpretasikannya sebagai JavaScript, misalnya: <script> alert("hello world!"); </script> Kode ini menampilkan sebuah munculan (pop up) kotak alert pada peramban web. Untuk melihat contoh eksekusinya, silakan klik disini.

Jadi, kesimpulannya: JavaScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang beroperasi pada peramban web, di dalam sebuah security sandbox, yang memampukan manipulasi elemen-elemen pada sebuah laman web.


AJAX

AJAX, singkatan dari “Asynchronous JavaScript and XML“, merupakan metode suatu laman web menggunakan JavaScript untuk mengirim dan menerima data dari server tanpa harus menyegarkan (refresh) laman itu. XML adalah sejenis markup language – seperti HTML, yang kerap dipakai untuk mengirimkan data melalui internet. Belakangan ini, JSON (“JavaScript Object Notation”) lebih populer dan bisa dibaca – secara bawaan (native) – oleh JavaScript.

Berikut uraian yang lebih ringkas:
AJAX: Asynchronous JavaScript and XML. Sebuah sistem untuk mengirim dan menerima data dari server tanpa penyegaran laman (page refresh). (contoh di bawah)
XML: eXtensible Markup Language. Sebuah bahasa untuk mengorganisir data arbitrer. Menggunakan banyak sekali kurung sudut (angle brackets): “<>”. (contoh)
HTML: HyperText Markup Language. Sebuah subset XML yang khususnya berfungsi untuk menjelaskan dan mengorganisir laman web. (contoh)
JSON: JavaScript Object Notation. Metode yang lebih modern untuk memindahkan paket data yang sering dipakai bersama dengan AJAX. Bisa dibaca secara bawaan oleh JavaScript. (contoh)

Sebuah contoh perintah AJAX bisa berjalan seperti berikut:

  • Client memanggil laman dari server
  • Server merespon panggilan dan mengirimkan laman
  • Client membuat perintah AJAX ke server dan memanggil lebih banyak data
  • Server mengirimkan data tersebut
  • Client memutakhirkan laman dengan data tersebut tanpa me-refresh laman.

Facebook, Gmail, dan Pinterest adalah contoh situs-situs yang banyak menggunakan AJAX.

Bagian “Asynchronous” merujuk pada fakta bahwa ketika JavaScript menyampaikan panggilan AJAX ke webserver, ia terus berjalan sampai memperoleh respon – ia tidak memblokir dan berhenti saat data sedang diproses oleh server.


jQuery

jQuery adalah sebuah library yang dibangun dengan menggunakan JavaScript untuk mengautomasi dan menyederhanakan perintah-perintah umum. Meskipun ada banyak library lain semacamnya, namun jQuery jauh lebih populer karena kemampuannya untuk menjalankan perintah pada peramban lama. jQuery berjalan pada browser bersamaan dengan JavaScript biasa. Ia terutama dipergunakan untuk animasi dan AJAX, yang cukup sulit untuk diprogramkan dengan vanilla JavaScript, namun bisa diketik dalam beberapa baris singkat dengan jQuery.

jQuery dimasukkan dalam sebuah laman web dengan tag <script> tag; contohnya: <script src="./path/to/jquery.js"></script>. jQuery juga memiliki banyak sekali plugin yang memperluas fungsionalitasnya melalui berbagai metode.

Contoh panggilan jQuery, yang akan menyembunyikan kotak kecil ketika diklik:

Contoh Kode:

Klik!

<script src="path/to/jquery.js">
<script>
    $("#box").click(function(){$("#box").slideUp()});
</script>

Lebih lanjut tentang library ini, baca di artikel Definisi, Fitur, Penggunaan jQuery dalam Pengembangan Website.


AngularJS

AngularJS adalah sebuah framework MVC full frontend untuk aplikasi web JavaScript. Ia dibangun di Google dan menyediakan sebuah metode cepat untuk membangun aplikasi web laman tunggal. Seperti jQuery, ia dimasukkan dala sebuah laman webd engan menggunakan tag <script>, dan ditulis dalam JavaScript. Namun, berbeda dengan jQuery, ia dimaksudkan sebagai sebuah framework untuk membangun sebuah aplikasi web utuh. Selain itu, AngularJS juga mengandung sebuah versi minimal jQuery secara default.

Jika Anda ingin mempelajari AngularJS, silakan cermati tutorial video dari EggHead. Anda harus punya pemahaman yang cukup mengenai JavaScript, sebab menulis dalam Angular membutuhkan pemahaman mendalam mengenai prototyping, scope, dan berbagai aspek JavaScript lainnya.

Website AngularJS menyajikan sebuah laman berisi contoh-contoh proyek yang dibangun dengan AngularJS, jika Anda ingin melihatnya.


Node.js

Anda tentu ingat bahwa JavaScript berjalan pada browser dengan satu pengecualian? Nah, pengecualian tersebut ialah Node.js. Ia adalah sebuah tool command-line untuk menjalankan JavaScript pada sebuah mesin tanpa harus menjalankannya pada peramban. Hal ini dimampukan dengan adanya suatu versi Chrome’s V8 Engine, yakni engine JavaScript yang berjalan dalam Google Chrome.

Sebelum adanya Node.js, para developer harus menggunakan berbagai bahasa pemrograman yang berbeda untuk backend dan frontend aplikasi web mereka. Misalnya PHP, Java, ASP.Net yang berjalan di sisi server, dan JavaScript di sisi browser. Sekarang dengan Node.js, para pengembang dapat mempergunakan JavaScript pada server sekaligus klien, artinya, para developer cukup fokus mempelajari satu bahasa pemrograman saja. Soal apakah metode ini lebih baik daripada sebelumnya masih diperdebatkan.


Kesimpulan

JavaScript adalah sebuah bahasa yang dipergunakan oleh website pada sisi peramban pengguna.

AJAX adalah metode JavaScript memanggil data dari peramban tanpa menyegarkan (refresh) laman atau memblokir aplikasi.

jQuery adalah library JavaScript yang dibangun untuk otomatisasi dan menyederhanakan perintah-perintah umum sepert AJAX atau animasi.

Angular adalah framework JavaScript yang berfungsi untuk membangun aplikasi web laman tunggal (single-page web applications).

Node.js memampukan JavaScript dijalankan tanpa peramban, dan umumnya dipergunakan untuk menjalankan server web.

Silakan berikan masukan Anda melalui form komentar demi mengoreksi dan memperbaiki tulisan ini! 🙂


Dialihbahasakan dari What are Javascript, AJAX, jQuery, AngularJS, and Node.js? by Erty Seidel


memahamai bagaimana Google menentukan hasil pencarian

Glosarium Webmaster - Daftar 450+ Istilah SEO