Tahukah kamu tentang Authority Site?

Temukan definisi, model bisnis, sejarah perkembangan, dan kelebihan authority site dibanding niche/micro niche site.

Authority Site: Definisi, Model Bisnis, Sejarah, Keunggulannya


panduan-lengkap-authority-site

Definisi Authority Site

Jika kamu tidak akrab dengan istilah ini, maka kamu pasti bertanya-tanya: authority site itu apa, sih?

Authority site (atau situs otoritas) adalah sebuah website berkualitas tinggi yang dihormati oleh para pakar dalam bidangnya.

Situs otoritas memiliki konten yang sangat bagus dan bermanfaat, sehingga orang merasa senang ketika mengunjunginya dan ingin membagikan laman situs tersebut melalui jejaring sosial mereka.

Situs otoritas menyajikan informasi yang terpercaya dan menyertakan link-link ke website lain yang juga terpercaya.

Bentuk authority site yang direkomendasikan yakni website berbasis blog berisi informasi yang berfungsi untuk membagikan ilmu dan pengetahuan bagi pengunjungnya.

Kita memang bisa menerapkan monetisasi pada website tersebut, akan tetapi, saat membangunnya, kita harus fokus untuk menyajikan apa yang diharapkan oleh pengunjung.

Oleh karena itu, situs otoritas biasanya berisi satu topik inti yang sangat spesifik dan mengulas topik inti tersebut secara rinci.


Catatan Penting

Saat kamu membaca artikel ini, saya tidak tahu apakah kamu seorang webmaster, pegiat SEO, internet marketer, atau blogger yang ingin mencari pemasukan pasif dari blogmu.

Sebelum membuang waktumu, saya pastikan di sini tidak ada tips atau trik jitu untuk mengalirkan ribuan dolar ke rekeningmu. Tidak ada sama sekali. 😜

Jadi silakan tutup laman ini, lupakan kamu pernah tersesat ke sini, dan kembalilah ke forum-forum atau grup media sosial dan bergurulah pada para master penjala dolar itu. 😉


panduan membuat authority site

Model Bisnis Situs Otoritas

Berikut adalah garis besar proses pembangunan dan pengelolaan authority site:

  1. Bangun sebuah website berkualitas tinggi semampumu.
    1. Tidak penting seberapa tinggi atau rendah skill yang kamu miliki, lakukan saja sebaik yang kamu bisa.
    2. Tidak perlu pusing soal domain, tema, plugin, dan tetek bengek lainnya. Yang penting jadi dulu.
    3. Gunakan fasilitas hosting gratis seperti Blogspot, WordPress, Tumblr, dll. kalau kamu tidak terlalu peduli dengan reputasi.
    4. Kalau kamu ingin membangun brand dan menjaga reputasi sejak dari awal, gunakan layanan jasa web developer profesional yang terjangkau.
  2. Pastikan situs itu menyajikan – bukan cuma menawarkan iming-iming – manfaat bagi target pembaca yang cukup spesifik.
  3. Temukan cara untuk membangun kepercayaan pengunjung dan memuaskan harapan mereka saat mengunjungi situsmu.
  4. Perhatikan bagaimana cara mudah membuat website yang disukai Google.
  5. Fokuskan pada dua sumber utama untuk mendatangkan pengunjung (trafik):
    1. Trafik organik atau natural yang datang dari mesin pencari (search engine).
    2. Trafik rujukan atau referral yang datang dari website lain, misalnya media sosial atau blog lain yang memberikan link ke blogmu.
  6. Jika kamu ingin menerapkan monetisasi atau pemasukan, boleh saja. Tetapi pastikan menggunakan metode yang sepasif mungkin, tidak agresif atau maksa sehingga membuat pengunjung terganggu.
    1. Saya pribadi mengharamkan iklan pop-up, iklan dengan link-shortener, iklan yang menutup konten, tawaran lebay, dsb. Siapa sih yang nggak doyan uang? Tapi kamu juga pasti tahu kan bedanya antara promosi, ngemis, dan nodong. 😂
    2. Model monetisasi yang saya halalkan cuma tiga: jual barang, jual jasa, dan iklan Adsense sedikit saja.
    3. Ingat ya, ini panduan membuat authority site. Bukan menambah blog sampah yang menggunung di seantero negeri. 😜
  7. Jangan berhenti setelah websitemu jadi. Buka lagi website-mu secara berkala dan temukan apa saja yang bisa diperbaiki lagi.
    1. Posisikan dirimu sebagai pengunjung. Lihat bagian mana saja yang memuaskan dan bagian masa saja yang bikin ilfil. Perbaiki!
    2. Minta pendapat orang, lebih baik yang tidak terlalu akrab supaya lebih obyektif dan tega mengkritik. Bedakan antara blog pribadi dengan situs otoritas! Authority site dibangun dan dikelola secara kontinu demi kepuasan pengunjungnya, bukan seleramu sendiri.
    3. Catat dan praktikkan jurus pamungkas tertinggi dari kitab rahasia mahaguru SEO ini:
      • Bahwa sesungguhnya Google yang Maha Esa itu tak lain hanya mencintai umatnya yang taat mematuhi dua jenis rukun ibadah website: pertama, website yang memuaskan keinginan pengunjungnya, kedua, website yang selalu di-update.
    4. Simpan kode password konspirasi black hacker super darkness secret freemason illuminati armageddon lizardman flat-earth nibiru ini:
      • user experience + relevant content = pejwan gugel

Membangun Authority Site itu Mudah, Menyenangkan, dan Menguntungkan

Situs otoritas sesungguhnya lebih mudah dibangun, sebab kita hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan informasi orang tertentu.

Perhatikan selalu poin di atas, selalu fokus ke target pembaca tertentu. Maka, model audiens yang kita sasar sudah harus ditentukan sejak awal, dan tidak berubah sampai seterusnya.

Mau pivot? Ganti model pembaca? Boleh saja. Asal kamu pastikan bahwa pivot itu memang perlu karena tuntutan eksternal, bukan sekedar pengen coba-coba. 😉

Kembali ke target pembaca, kita harus berkonsentrasi untuk menyajikan konten yang membantu mereka menyelesaikan suatu masalah atau tantangan.

Sederhananya, anggap saja bahwa kamu sedang ngobrol dengan seorang teman yang menanyakan sesuatu, lalu kamu menyampaikan semua hal yang kamu tahu mengenai persoalan itu. Gampang, kan?

Tentu saja orang yang waras menyadari kapasitasnya sendiri. Untuk membangun situs otoritas, kamu harus memilih topik yang benar-benar kamu kuasai, supaya pembaca tidak tersesat dan justru kecewa dengan kontenmu.

Lalu bagaimana kalau saya tidak punya keahlian apa-apa?

Tenang saja. Tarik napas dalam-dalam. saya akan membagikan ilmu tertinggi yang saya peroleh setelah bertapa 600 miliar abad di galaksi arjunasakti tanpa makan minum cuma bertahan hidup dengan menghirup asap jisamsu refil beraroma raflesia arnold schwarzenegger.

Rahasia itu adalah….

Ziiiiiinggg…

Muncul suara Doraemon…

“jurus menggunakan logika terbaliiiiiiik…”

Jadi begini:

Kita bertanya pada orang-orang yang lebih tahu mengenai suatu hal, kemudian jawaban mereka itu kita tuliskan sebagai bahan konten.

Dengan model semacam ini, kita justru punya keuntungan ganda. Kita semakin tahu mengenai suatu hal, dan kita bisa membagikan pengetahuan itu kepada orang lain. Simpel, kan?

Authority site akan mendatangkan keuntungan bagi kamu jika dan hanya jika dan jika hanya dan hanya apabila kamu memilih topik yang tepat dan cara monetisasi yang benar.

Menentukan metode monetisasi yang cocok dengan topik inti butuh memutar otak yang lebih lebih rumit daripada saat membangun website.

Faktanya, proses penentuan itu tidak sekali jadi, instan, langsung manjur  begitu saja. Bisa jadi kamu mengganti metode monetisasi setiap beberapa waktu untuk mengikuti perkembangan pasar.

Sebagai catatan, sang raksasa internet bermuka buku: Facebook, sejak pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004, baru mencapai positive cash flow alias stop nombok secara resmi pada 16 September 2009. Tepat 2.051 hari! 😱

Jadi, kalau baru satu bulan kamu sudah bingung kenapa kok belum dapat pemasukan, saran saya: lupakanlah segala impianmu tentang gaji dari internet. Daftar aja jadi penonton joget-joget bayaran di stasiun-stasiun tivi terdekat di kecamatanmu. 😂

Yang paling menarik dari situs otoritas adalah: bahwa pembuatnya memperoleh jaminan untuk mendapatkan rasio keuntungan lebih besar daripada bentuk website lainnya, jika dibandingkan dengan usaha atau modal yang dihabiskan.

Meskipun pembuktiannya butuh data – dan saya terlalu malas untuk menyajikan rinciannya, setidaknya dengan membuat authority site, kamu memiliki peluang monetisasi yang lebih terbuka dibandingkan sekedar blog pribadi yang berisi curhat dan tidak menawarkan nilai tambah (value) apapun bagi pengunjung.

Berikutnya, kita akan mengulas riwayat singkat mengenai pergeseran tren yang diikuti para internet marketer dan blogger kelas dunia dari niche site ke authority site.


sejarah perkembangan authority site

Sejarah Perkembangan Situs Otoritas

Selama bertahun-tahun, para pegiat internet marketing berlomba-lomba membangun website dengan tujuan utama mendatangkan laba (profit oriented).

Seringkali, fokus mereka ke pendapatan itu mengabaikan sama sekali kebutuhan dan harapan para pengunjung situs.

Bahkan sempat muncul tren di kalangan niche marketer untuk ramai-ramai membuat website MFA (made for Adsense), yakni website atau blog yang tidak punya fungsi lain kecuali memeras dolar sebanyak mungkin dari Adsense.

Model website MFA umumnya dibuat sengaja tidak bermutu, tidak informatif, dan mendorong pengunjung untuk sesegera mungkin keluar dari laman tersebut.

Di situlah jebakan betmen dipasang. Untuk bisa keluar dari situs itu, pengunjung dipaksa untuk mengklik iklan!

Wow, brengsek banget ga’ seeeh…?

Faktanya, di Indonesia tren semacam ini masih digemari para sampah masyarakat blogger “jenius” setanah air kita.

Coba saja lakukan pencarian dengan kata kunci apapun di Google, lalu buka laman hasil pencarian ke-3, 4, 5, dan seterusnya.

Buka satu per satu link hasil pencarian itu, dan selamat menikmati badai iklan, trojan, dan segala macam virus penyakit menular seksual ketololan para pengikut guru-guru IM kelas kampung…

Iklan layanan masyarakat:

Kita harus berubah… Kita harus membuat internet berguna bagi kemajuan bangsa! 🇮🇩 Lebih cepat, lebih baik… Bersama, kita bisa! ✊✊

Authority site berkebalikan 180 juta derajat dengan sampah internet macam itu. Situs otoritas menjaga agar pengunjung selama mungkin berada di laman mereka dengan menyajikan segudang informasi yang dibutuhkan.

Kuncinya adalah: saat mendarat di laman websitemu, pengunjung memperoleh persis apa yang mereka harapkan saat mereka memutuskan untuk membuka situsmu.

Kalau pengunjung mendapatkan lebih banyak dari yang mereka harapkan, justru lebih baik. Tapi ingat, dokter yang memberikan dosis berlebihan pada pasiennya tidak akan disebut sebagai pahlawan, justru malpraktik!

Authority site mulai populer sejak pembaruan algoritma Google pada Agustus 2013, yang kurang lebih berisi:

“… Pengguna internet kerap meminta Google untuk menjawab pertanyaan singkat … Oleh karena itu, hari ini, kami memperkenalkan model hasil pencarian baru untuk membantu pengguna menemukan in-depth articles (artikel yang mengulas suatu topik secara mendalam) … ”

Google mulai menyingkirkan website yang hanya fokus pada monetisasi tanpa mempedulikan pengalaman pengunjung.

Sebaliknya, website yang menyajikan pembahasan suatu topik secara terfokus dan mendalam akan ditampilkan di peringkat teratas hasil pencarian.

Sejak saat itu, perlahan-lahan para pelaku online marketing mulai berusaha membangun situs otoritas dengan konten berkualitas tinggi dan membersihkan/membuang spammy sites mereka.

Authority Site Sebagai Pusat Informasi

Orang menggunakan search engine seperti Goggle atau Bing untuk menemukan informasi rinci mengenai suatu hal.

Authority site menjawab kebutuhan mereka dengan menyajikan informasi yang sesuai dengan isi kepala pengunjung.

Bukan tidak mungkin, sebuah situs otoritas hanya berisi jawaban-jawaban rinci dan menyeluruh untuk satu pertanyaan saja. Lebih jauh lagi, menjawab satu pertanyaan untuk satu tipe penanya.

Sebagai gambaran, seorang ibu rumah tangga yang mencari “pisau potong daging” tentu mengharapkan jawaban yang berbeda dengan pertanyaan sama yang diajukan oleh seorang pembunuh berantai. Upsss.. Kejauhan ya analoginya? 😅

Nah, untuk bisa memuaskan hasrat si penanya, situs otoritas biasanya berupaya untuk menjelaskan hal-hal yang terkait erat dengan pertanyaan awal mereka. Termasuk kemungkinan bentuk pertanyaan yang mirip, konsep-konsep yang terkait, maupun informasi tambahan untuk melengkapi jawaban utama.

Ini dimaksudkan agar si penanya tidak perlu keluar lagi ke Google untuk menemukan informasi lebih lanjut. Sebab, semua kemungkinan informasi sudah tercakup di dalam authority site.

Sebagai misal, sebuah situs otoritas dengan fokus topik “bitcoin” akan menyajikan informasi:

Maka, cukup dengan mengunjungi satu situs itu saja, orang sudah memperoleh informasi lengkap mengenai bitcoin tanpa harus jalan-jalan ke luar lagi.

Paham kan, bedanya membuat situs otoritas dengan iseng membuat satu postingan tentang bitcoin di blog pribadi, media sosial, atau forum? 😉

Situs otoritas memiliki dua target capaian utama. Pertama, menjadi sumber otoritatif tunggal untuk sebuah topik di internet. Kedua, menyajikan informasi itu kepada pengunjung dengan cara penyampaian yang enak dikunyah dan bikin betah.

Jika kamu bisa mewujudkan kredibilitas dan kenyamanan semacam itu, maka trafik dan publisitas akan datang dengan sendirinya tanpa perlu “BW + klik cendol + screenshot, 100% balik” dipaksakan.

Dan, just in case nanti kamu menemui orang yang dengan lantang dan tegas mengatakan: konten bagus saja tidak cukup, masih butuh beli backlinkPBN, proxy, traffic bot, content spinner, autoposter, dll. yang namanya serem-serem itu, jawab saja:

“Saya mau bikin authority sitegan. Bukan mau jadi mastah IM. Agan pakai sendiri aja itu tools buat hunting dolar. Nanti kalo udah kaya, saya dikasi hape aipon bekas aja udah seneng. Baidewei, agan punya persenjataan segitu hebohnya kok masih jualan receh, gan? Bukannya agan harusnya udah nyantai-nyantai di kapal pesiar, ya? Kok masih ngekos, gan?” 😆

Berapa Jumlah Minimum Konten dalam Authority Site?

Kita tidak harus punya 100 artikel di authority site. Bahkan tidak harus punya 50, atau bahkan tidak perlu sampai 10!

Memang banyak orang-orang “jenius” yang beranggapan bahwa untuk bisa membuat sebuah situs otoritas, harus ada jumlah halaman minimal. Ini tidak benar (kecuali orang itu jualan desain website dengan hitungan per halaman) 🤑

Berapa pun jumlah artikel di dalamnya, sebuah situs otoritas hanya harus mampu mewujudkan dirinya sebagai sumber informasi paling lengkap mengenai suatu topik. Kalau memang topik itu cukup dibahas dengan lima halaman, ya sudah cukup.

Bayangkan mana yang lebih dibaca orang: 100 artikel soal kondisi perikanan di Indonesia oleh blogger, atau 1-2 halaman artikel yang ditulis sendiri oleh Bu Menteri Susi?

Lantas, hanya orang-orang terkenal yang bisa bikin authority content, dong?

Pakai lagi logika terbalik yang sudah saya sampaikan beberapa ratus abad kata yang lampau…

Otoritas seseorang itu bersifat temporer, cuma sementara. Sepuluh tahun yang lalu dan sepuluh tahun mendatang, Bu Susi tidak memiliki otoritas sebesar yang beliau miliki sekarang – kecuali Bu Susi jadi menteri perikanan seumur hidup yangmanadarimana saya sangat amat mendukung sekali.

Begitu pula dengan kita. Saat ini, kamu tidak punya otoritas soal kondisi moneter Indonesia – eh, kamu bukan Bu Sri Mulyani, kan? 😳

Tapi, justru dengan mulai membangun authority site mengenai moneter Indonesia, kemudian terus menerus memperbaiki, menambahi, mengurangi, memperluas, memperdalam konten di website itu sesuai feedback pembaca, bukan tidak mungkin 10 tahun lagi kamu dipilih jadi Menteri Keuangan! Masuk akal, nggak?

Bahwa orang terkenal lebih mudah membuat authority site, itu iya. Tetapi bahwa orang biasa yang membuat situs otoritas kemudian menjadi terkenal dan semakin meningkatkan otoritas situsnya, itu juga bukan mimpi siang bolong!

Catat ini:

Tanpa harus mencari downline,

tanpa harus belanja minimal sekian,

tanpa ikut seminar motivasi,

tanpa bayar iuran gathering,

tanpa capek ikut outbond,

tanpa utang bank,

cuma butuh rajin riset,

cuma perlu menulis rutin setiap hari,

cuma memperbaiki website sesering mungkin,

kamu bisa jadi Menteri!

BHW exclusive – Never seen before WSO – limited member only – review copy available…

Get it now for $399 zero dolar alias nol rupiah….

😂 😂 😂

(entah mengapa tiba-tiba saya merasa gatal pengen jualan ebook tipu-tipu yang isinya cuma copas artikel dan dikasi judul cetar membahana)

AUTHORITY INVASION ARMY HANDBOOK review – $99 with $9999 worthy bonuses and membership on exclusive secret online entrepreneur domination forum.

Guru-approved auto $$$ faucet from the desk of your maderfaker esholll…  

😂 😂 😂

Kembali ke pembahasan serius…

Umumnya, authority site memiliki sekitar belasan halaman yang semuanya berisi konten bermutu tinggi – tidak satu pun thin content alias halaman web yang miskin informasi, yang bikin pengunjung bete, bikin Google ogah ngindeks, bikin otoritasmu menguap dalam sekejap.

Meskipun demikian, ada kemungkinan jika dalam setiap laman berisi artikel komprehensif sepanjang 5.000-an kata, maka bisa jadi situs otoritasmu hanya berisi kurang dari 10 halaman saja. Dan itu sudah cukup untuk memenuhi harapan pengunjung maupun mbah gugel, sehingga cukup layak dianggap sebagai sumber informasi terlengkap mengenai suatu topik di internet.

Sebagai catatan, artikel terpanjang di Wikipedia saat ini adalah Battle of Mosul (2016-17)  adalah sepanjang 52.654 kata!

Ditulis sejak 17 Oktober 2016 sampai saat artikel ini dibuat (14 September 2017), ini adalah contoh authority page untuk topik “Perang Mosul” yang mungkin akan tetap bertahan sebagai jawara di Google sampai 100 tahun mendatang.

Ayo kita cek sama-sama besok September 2117 – kalo otak saya masih menyala. 🤣

 


perbandingan authority site vs niche site

Mengapa Authority Site lebih baik daripada Niche Site?

Ada banyak sekali alasan bisa kamu pertimbangkan untuk lebih memilih membangun dan mengelola authority site dibanding niche site:

  1. Mesin pencari (Google) lebih memilih menampilkan situs otoritas di peringkat teratas hasil pencariannya. Artinya, peluang websitemu untuk kebanjiran pengunjung sangat besar.
  2. Orang dengan senang hati akan membagikan informasi yang disajikan di authority site ke jejaring sosial mereka. Hal ini akan semakin mendorong jumlah trafik dan memperluas diversifikasi trafik.
  3. Membangun situs otoritas lebih menguntungkan secara personal. Sebab, selain kamu menciptakan karya yang benar-benar berguna bagi sesama, kamu juga akan semakin dalam memahami topik pilihanmu sendiri.
  4. Proses pembangunan situs otoritas lebih mudah dilakukan. Karena, tujuannya jelas demi memuaskan dahaga informasi pengunjung. Kita tidak harus capek-capek bereksperimen dengan metode monetisasi yang tepat – yang biasanya tidak pernah terwujud. 😜
  5. Authority site menawarkan peluang pemasukan keuangan jangka panjang. Sebab, pengunjung maupun mesin pencari sama-sama menyukainya, sehingga lebih mudah untuk tetap menjaga ranking pencarian dalam jangka panjang.
  6. Authority site yang dimonetisasi dengan Google Adsense tidak akan di-ban karena berbeda jauh dengan spammy blog ala website MFA murahan.
  7. Lebih mudah untuk memperoleh backlink permanen. Sebab, dengan value yang nyata kamu sajikan dan kredibilitas yang kamu bangun, orang akan cenderung murah hati memberikan tautan dofollow tanpa takut menurunkan kredibilitas website mereka sendiri.
  8. Situs otoritas yang benar-benar bagus tak perlu upaya-upaya SEO agresif yang menghabiskan uang dan berisiko tinggi seperti membangun PBN, membeli premium backlink, dsb. Sebab, websitemu akan memperoleh natural backlink karena mutu konten dan user experience-nya.
  9. Memiliki authority site akan otomatis memperkuat personal brand-mu sendiri. Yang selanjutnya akan semakin mengokohkan otoritas situs, begitu seterusnya. Artinya, kamu tak perlu membual, fake it ’til you make it, memakai kosmetik apapun yang buang-buang waktu untuk membangun kredibilitasmu di mata publik. Situs otoritas buatanmu akan membayar semua hasil kerja kerasmu dalam jangka panjang.

Kalau kamu mau berimajinasi sebentar, kamu akan menemukan 99 alasan lainnya untuk memperbaiki atau membuang niche site gaya lama yang kamu pernah buat, kemudian mulai membangun situs otoritas sekarang juga.

Seperti kata para MMO gurus:

You will get nowhere until you start to act. Act now!

Build your list authority site today,

sell publish tonight,

and bank huge cash credibility tommorow!

Sekian.

Bangkitlah saudara-saudariku blogger Indonesia yang otaknya masih waras…! Fight…! 🕺


Artikel ini diadaptasikan untuk pembaca Indonesia oleh Artisan Konten dari sumber authorityblogstarterkit.

 

  Jadilah Patron!

14 September 2017

Berikan komentar - no value, no backlink ;)