Bagaimana cara membuat app dari website atau blog yang paling mudah, cepat, dan sangat murah? Temukan metode tanpa coding, tanpa bayar dolar disini!

membuat-aplikasi-dari-blog

Catatan: dengan menuliskan ini, saya harus siap-siap blog saya diserang para peretas bayaran dari beberapa perusahaan developer jahat yang diam-diam maupun terang-terangan menipu pelanggan. Jadi jangan heran kalo laman ini sewaktu-waktu down. Tapi saya tidak peduli. Bisnis harus jujur, fair, dan saya tidak takut ancaman para penipu!

Daftar Isi – klik untuk menuju bagian yang ingin kamu baca:

  1. Jangan pakai AppsGeyser!
  2. Awas, developer lokal penipu!
  3. Mahalnya harga App Builder
  4. Ribetnya Android Studio dan Google Playstore
  5. INI BARU CARA MUDAH + CEPAT + MURAH

1. Jangan pakai AppsGeyser!

Jujur, saya sangat terganggu, emosi, frustasi, dan tak habis pikir. Kok bisa-bisanya setiap kali saya mencari cara bikin aplikasi dari blog di Google, eh, yang keluar malah tutorial yang nyuruh-nyuruh kita daftar di AppsGeyser?

Oke, saya akui kalo memang mau sekedar coba-coba membuat apk dari website sih AppsGeyser memang gratis. Tapi tahu nggak, mereka diam-diam menyembunyikan trik bisnis yang nggak akan ditemukan oleh pengguna yang kurang jeli? Lihat aja bukti-bukti di bawah ini.

Model bisnis mereka nggak fair, dua screenshot ini bisa kamu cek sendiri di: http://www.appsgeyser.com/blog/faqs/

1. Mereka ternyata memasukkan iklan diam-diam setelah aplikasimu mencapai 100 unduhan!

Appsgeyser-menyisipkan-iklan-diam-diam

Terjemahan: Ya, kami menampilkan iklan di dalam apps Anda. Namun, apps yang belum mencapai 100 instalasi tidak akan menampilkan iklan.

Komentar saya: Kok nggak ngomong dari awal? Dan kenapa info itu disembunyikan? Niat nipu nih!

2. Meskipun kita bisa masukin iklan sendiri, mereka mencuri 50% space iklan di apps!

Appsgeyser-mencuri-50-persen-space-iklan

Terjemahan: Setelah app-mu mencapai jumlah penggunaan minimal (100 instalasi), kamu bisa berbagi space iklan dengan banner-mu sendiri. ..blablabla.. Space itu dibagi 50/50, separuh waktu banner-mu ditampilkan, separuhnya lagi akan diisi oleh iklan AppsGeyser.

Komentar saya: Oke, saya paham betul setiap bisnis butuh pemasukan, nggak ada yang 100% gratis. Tapi, hal-hal kayak gini harus terang-terangan dijelaskan di awal, dong! Jangan menjebak konsumen dengan minuman gratis, lalu di dalamnya dimasukkan zat-zat tertentu di luar kesepakatan awal. Model bisnis begini nggak beda sama kelakuan bandar narkoba!

Kalo kamu masih dengar orang ngomong yang baik-baik soal gaya bisnis mereka, saya bisa memastikan orang itu cuma ada tiga jenis: (1) tukang nyari uang lewat aplikasi spam yang gak ada manfaatnya, (2) orang yang nggak peduli sama reputasi aplikasinya sendiri, (3) orang yang punya relasi bisnis dengan AppsGeyser.

Dan, nggak perlu kaget kalo ada orang yang marah-marah karena kecewa. Entah karena iklannya spammy banget atau aplikasinya di-warning sama Google Play karena ada resiko keamanan atau malware 😛

Aplikasi  yang dihasilkan nggak mutu. Tiga screenshot ini saya ambil sendiri dari hape setelah mencoba bikin apk “gratisan” dari AppsGeyser.

3. Tampilan aplikasinya templat banget dan nggak jelas identitasnya.

screenshot-app-dari-appsgeyser

Komentar: Loh, kok cuman jadi kayak gini? Feed? Judul blog saya mana? Logonya mana?

screenshot-menu-app-dari-appsgeyser

Komentar: Menunya aneh, lebih kayak RSS reader daripada blog app. Atau memang ini aslinya RSS reader? Bingung saya.

Blog-saya-cuma-jadi-bloglist

Komentar: Ups, blog saya cuma jadi salah satu isi dari blog list! Oh, jadi ini bukan app dari blog saya, ya? Cuma daftar blog aja yang kebetulan salah satunya punya saya. Iya’in aja laaaaah….

Kesimpulan: Bikin aplikasi di AppsGeyser memang gampang, tapi tampilannya jelek, gak jelas itu blog app apa RSS reader. Lagipula, maaf, model bisnis mereka “nusuk dari belakang”. Mending jauh-jauh, deh…

 


2. Awas, developer lokal penipu!

Yang saya nggak kalah kagetnya waktu searching jasa pembuatan aplikasi Android adalah:

Ada orang yang nawarin bikin aplikasi murah, katanya mulai 50ribu, 100ribu, 600ribu. Eh… pas dibaca-baca, taunya paling murah 5,5 juta!! Yang dia bilang mulai lima puluh rebu itu cuman tipu-tipu kamprettt…

Tuh orang mau cari klien apa ngerampok sih? Kenapa gak bikin travel umroh aja sekalian biar cepet tajir kayak oom Andika sama tante Anniesa? 😛

Nggak fair lah kalo website-nya saya tulis di sini. Biarlah suka-suka dia mau ngomong apa. Mau tutup order kek, mau strategi marketing kek, mau mainin SEO kek. Nggak bakalan jadi juga sih, oom, model kibul-kibul kayak gitu.

Kalo kata si Babah Liong: “Lu kalo ngomong dipiki dulu laaa… Lu bisnis mau maju apa mau bangklut, haaa? Lu kalo mau niat ngelampok olang usaha dikit laaa… Beli golok apa glanat gitu biyal selem… Jangan pistol ail lu todong-todongin kesana kemali. Ketawa laaa olang liat lu malketing ngawul macam itu…

Kata saya: “Udah, hajar aja, Bah. Kasih pentung aja itu orang pake tombak Sun Go Kong, biar kepoyyyy… Kekekkkk…

Yang paling saya sesalkan justru model pebisnis  penipu macam gini merusak citra para developer Indonesia. Nggak dikit lho, programmer putra bangsa yang jadi tenaga ahli di perusahaan internasional. Eh, enak betul dia menciptakan impresi yang buruk ke mata calon-calon klien kita.

Semoga para pemirsa yang budiman tidak ilfil terhadap kami para programmer tak berdosa yang betul-betul jujur dalam bekerja dan menjalin cinta.

Nah, kita cukupkan ngomongin perusahaan dan developer bau amis. Sekarang kita mulai pembahasan yang serius. Lanjut…!


3. Mahalnya harga App Builder

Membayar developer untuk membuatkan aplikasi dari website cuma bisa dilakukan oleh pebisnis-pebisnis modal besar. Kalau Anda blogger biasa, atau mungkin nggak serius-serius banget ngeblog, jangan ngimpi bisa bayar mereka deh…

Tapi beberapa tahun terakhir ada tren yang mulai ramai. Model DIY (do it your father is a rockstar) yang memampukan kita untuk “membangun” aplikasi sendiri di platform app builder dan kemudian mempublikasikannya sendiri juga.

contoh-tampilan-app-builder

Model app builder atau app maker ini umumnya model pembayarannya bulanan atau tahunan. Ada juga sih yang bayar sekali alias one time payment alias lifetime license. Sayangnya, ongkosnya lumayan menghisap darah kalo kita pake standar lokal.

Pengen tau? Di bawah ini saya tampilkan daftar harga bulanan termurah Android app builder per September 2017 dari beberapa provider terpercaya:

  1. GoodBarber → $32 = IDR 448.000
  2. Shoutem → $19 = IDR 266.000
  3. Swiftic → $41 = IDR 574.000
  4. AppInstitute → $28 = IDR 392.000
  5. Appy Pie → $15 = IDR 210.000
  6. Bizness Apps → $250 = IDR 3.500.000
  7. AppYourself → €20 = IDR 320.000
  8. Mobincube → $10 = IDR 140.000
  9. AppMachine → $49 = IDR 686.000
  10. AppsBuilder → €24 = IDR 384.000
  11. MobAppCreator → IDR 583.000
  12. AppMakr → $39 = IDR 546.000
  13. iBuildApp → $24 = IDR 336.000
  14. BuildFire → $59 = IDR 826.000
  15. Appery → $60 = IDR 840.000

Catatan: harga di atas hanya bagi paket:

Kesimpulan: dari daftar di atas, tarif paling murah adalah 140.000 rupiah per bulan atau 1.680.000 per tahun.

Bagaimana pendapat Anda kalau saya bisa membuatkan Android app dari blog Anda cukup dengan biaya 300.000 rupiah saja sekali bayar – bukan bulanan atau tahunan?


4. Ribetnya Android Studio dan Google Playstore

Jika Anda memang bertekad mau melakukan sendiri pembangunan aplikasi dengan Android Studio dan pengunggahan ke Google Playstore, berikut saya sajikan beberapa persyaratan dan panduannya:

  1. Berkenalan dengan dunia Android app development → https://developer.android.com/index.html
  2. Baca panduan desain aplikasi Android → https://developer.android.com/design/index.html
  3. Dalami panduan pengembangan Android app → https://developer.android.com/develop/index.html
  4. Unduh dan instal versi terbaru dari software resmi Android Studio → https://developer.android.com/studio/index.html
  5. Pelajari petunjuk penggunaan Android Studio → https://developer.android.com/studio/intro/index.html
  6. Kuasai petunjuk distribusi aplikasi Android → https://developer.android.com/distribute/index.html
  7. Unggah app Anda ke Google Play Console → https://developer.android.com/distribute/console/index.html

Sudah dipelajari semua?

Nah, jika Anda punya tekad kuat, waktu yang panjang, dan energi yang cukup untuk belajar, saya dukung dengan sepenuh hati untuk jadi developer profesional. Semoga sukses!

Jika Anda adalah seorang blogger atau admin web yang punya banyak pekerjaan lain selain belajar pemrograman, saya sarankan untuk tetap fokus mengasah keahlian Anda sendiri.

Tidak perlu susah-susah menghafalkan bahasa pemrograman Java, belajar desain antarmuka pengguna, atau bagaimana mengoptimalkan prosedur distribusi dan promosi aplikasi Android.

Mengapa? Karena sesuai judul tulisan ini, ada cara membuat aplikasi dari blog yang paling murah dan mudah!


5. Ini Cara Mudah, Cepat, dan Murah Membuat Aplikasi Android dari Blog atau Website

Cukup ikuti 5 langkah mudah untuk membuat apk dari blog ini:

Sebelumnya, lihat → contoh apk dari blog.

  1. Isi formulir order di bagian bawah laman ini lalu kirimkan.
  2. Anda menerima email atau pesan whatsapp pada mengenai konfirmasi order dan memproses pelunasan pembayaran.
  3. Anda dan saya akan berdiskusi secukupnya untuk menegaskan kesepakatan.
  4. Dalam waktu maksimal 2×24 jam Anda akan menerima file apk yang bisa diinstal di ponsel atau tablet Anda.
  5. Distribusi:
    1. Setelah puas dengan hasilnya, Anda bisa langsung mendistribusikan file aplikasi tersebut ke para pelanggan atau klien.
    2. Jika disepakati untuk publikasi di Google Playstore, saya akan melanjutkan proses submit ke sana. Biasanya aplikasi sudah ter-publish dalam waktu maksimal 24 jam.
Berapa Tarif Jasa Aplikasi dari Blog/Website?

Selama masa promosi, tarif pembuatan app dari website sebagai berikut:

Catatan:


Formulir Order

  Jadilah Patron!