Hanya ada 3 cara menghasilkan uang dari internet: SP, SS, dan SA. Lupakan semua tips, trik, panduan yang sengaja disebarkan untuk menjebak dan menyesatkan.

cara menghasilkan uang dari internet


Catatan Pembuka

Saya bukan pakar internet marketing, ahli SEO, blogger profesional yang kaya raya dari ngeblog, bukan pula motivator bisnis atau segala macam gelar lebay lainnya yang fungsinya hanya satu: membodohi orang lain.

Saya cuma seorang tukang ketik yang merasa muak dengan semua sampah dan racun yang sengaja ditebarkan ke seluruh penjuru jagat internet oleh para kriminal siber.

Para pembual itu tersenyum licik saat orang awam melongo melihat skrinsut kuitansi pembayaran hasil photoshop. Mereka tertawa terbahak-bahak ketika ada orang yang benar-benar butuh penghasilan – mungkin kamu salah satunya – justru terpaksa menyetorkan uangnya untuk mengisi rekening para “master penipu”.

Dengan menuliskan ini, saya harus siap blog ini diserang dengan berbagai cara oleh para scammer lokal itu.

Oleh sebab itu, jika kamu membuka laman ini, segera klik save as atau copas tulisan ini ke ponsel, laptop, atau catatan pribadimu sendiri sebelum website ini down sewaktu-waktu.


3 Kunci Cara Menghasilkan Uang dari Internet

Catat, ingat, hapalkan kalimat ini:

SP + SS + SA

Sell product, sell service, sell attention

Jual benda, jual jasa, jual perhatian

Hanya tiga metode kunci itu yang perlu kamu pilih, pelajari, praktikkan, dan kuasai untuk bisa mendapatkan uang di internet.

Lupakan cara lainnya! Percuma, buang-buang energi saja.

Berikutnya kita ulas satu per satu ketiga model kunci bisnis online itu, beserta contohnya dan kunci sukses untuk masing-masing jenis usaha.


Sell Product – Jual Benda

Ada dua jenis produk yang bisa kamu jual di internet: produk fisik dan produk digital.

  1. Tipe Produk Fisik
    • Kamu sudah pasti paham betul mengenai tipe produk ini. Di Indonesia, model bisnis seperti ini biasanya dikenal dengan toko online.
    • Contoh toko online yang menjual produk fisik misalnya: toko buku Warung Arsip
  2. Tipe Produk Digital
    • Produk digital bisa berupa file teks, gambar/foto, audio, video, dll. Contoh produk berbentuk file misalnya: Artikel PLR.
    • Selain file, produk digital juga bisa berupa software atau aplikasi. Contoh produk software bisa dilihat di: Direktori Diskon Produk Digital

Saat berjualan produk di internet, baik fisik maupun digital, kunci dari keberhasilannya adalah bagaimana menemukan metode promosi yang paling tepat sesuai target pembeli.

Saya sangat berhati-hati dalam memilih produk apa saja yang akan saya tawarkan. Produk yang harganya terlalu murah cenderung saya hindari. Sebab, jika kualitasnya buruk, maka itu akan berpengaruh terhadap reputasi kita sebagai penjual.

Lebih baik kita memilih sedikit produk yang mutunya terjamin daripada menawarkan banyak produk sampah yang merugikan konsumen.


Sell Service – Jual Jasa

Menjual jasa di internet bisa dilakukan secara manual maupun otomatis.

  1. Model Jasa Manual
    • Prosesnya: klien membuat order → kamu mengerjakan → klien menerima hasil kerja.
    • Tipe pembayarannya umumnya per pengerjaan, baik dengan pembayaran lunas di muka, maupun sistem sekian persen uang muka dan pelunasan setelah proyek selesai.
    • Contoh model jasa manual misalnya: jasa pembuatan aplikasi Android dari blog/website.
  2. Model Jasa Otomatis
    • Prosesnya: kamu menyediakan sebuah sistem, kemudian klien membayarmu untuk menggunakan sistem itu.
    • Tipe pembayarannya bisa berlangganan dalam jangka waktu tertentu atau membayar per proyek.
    • Contoh model jasa otomatis misalnya: paket jasa Auto Lead Generation.

Dalam bisnis jasa, yang harus diutamakan dan selalu dijaga adalah kepercayaan klien. Kepercayaan ini tidak bisa diperoleh secara cuma-cuma, harus dibangun perlahan dan selalu dipertahankan dari waktu ke waktu.

Klien butuh bukti nyata, bukan iming-iming atau sekedar bualan. Salah satu bentuk pembuktian untuk membentuk kepercayaan calon klien adalah dengan menyajikan contoh hasil kerja, misalnya: daftar aplikasi karya saya di Google Play Store.


Sell Attention – Jual Perhatian

Mungkin kamu agak asing dengan model bisnis jual atensi. Padahal bisa jadi kamu sudah sering melihatnya, atau bahkan pernah melakukannya sendiri.

Pada dasarnya, kita menawarkan ruang bagi klien untuk menampilkan produk mereka melalui media yang kita miliki.

Ada dua bentuk atensi yang biasanya ditawarkan:

  1. Iklan – Ads 
    • Jika kamu memiliki blog, kamu bisa menempatkan iklan di situ. Contoh platform iklan: Google Adsense
    • Kamu juga bisa menawarkan model iklan yang lebih halus, misalnya advertorial, review, afiliasi, dll.
  2. KampanyeBuzz
    • Saat ini, menjual atensi dalam bentuk kampanye atau buzz marak diterapkan di jejaring sosial, baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun Youtube.
    • Prosesnya, kamu menawarkan ruang di akun media sosialmu untuk mempromosikan produk dari klien.
    • Model bisnis ini sering disebut juga dengan endorsement atau influence marketing.

Kunci dari bisnis model menjual atensi/perhatian ini terletak pada lalu lintas kunjungan atau traffic.

Untuk menjual ruang iklan, kamu harus menampilkan data jumlah pengunjung situs/blogmu. Jika ingin mencoba usaha ini, pastikan setidaknya websitemu memiliki jumlah minimal 5000 pengunjung per hari.

Sedangkan untuk menawarkan buzz, jauh lebih mudah. Sebab, semua orang bisa melihat berapa jumlah pengikut akun sosial media kamu. Tentu saja akunmu harus bisa diakses oleh publik dan memiliki pengikut asli – bukan bot – yang cukup besar dan aktif.

Jangan coba menipu ya, karena sekarang sudah tersedia banyak tools yang bisa dipakai untuk memeriksa tingkat keaslian follower dan statistik aktivitas akun jejaring sosialmu. 😉


Selamat berbisnis di internet!


Artikel ini ditulis oleh Artisan Konten yang terinspirasi oleh tulisan 15 things 10 years and 15,000 posts taught me… – John McCabe

15 September 2017