White Hat SEO terbukti efektif, lebih hemat biaya, dan ampuh melejitkan reputasi brand.

Kuasai halaman pertama Google dengan metode cerdas dan elegan ini.


definisi white hat SEO

Definisi

White Hat SEO adalah strategi untuk meraih ranking laman web di hasil pencarian sesuai aturan main Google, yakni memenuarapan pengunjung laman.


Prinsip Dasar White Hat SEO

  1. Mengemas laman web yang membuat pengunjung merasa nyaman dan puas.
    • Rancanglah tampilan laman yang nyaman untuk diakses: simpel, rapi, dan enak dilihat.
    • Sajikan konten yang memuaskan dahaga pengunjung atas informasi, hiburan, atau solusi.
  2. Menyesuaikan laman web dengan tampilan ringkas (rich snippet) di hasil pencarian Google.
    • Pastikan apa yang ditemukan oleh pengunjung sesuai dengan bayangan mereka saat melihat tampilan ringkas hasil pencarian.
    • Hindari menjebak pengunjung dengan isi yang ternyata tidak sesuai dengan tawaran dalam tampilan ringkas.
  3. Menghindari trik-trik curang untuk memanipulasi ranking hasil pencarian.
    • Jangan percaya pada orang yang mengaku tahu trik curang untuk menaklukkan persaingan di hasil pencarian. Cara yang benar dan fair sudah kamu temukan di laman ini.¬†ūüėČ
    • Lihat apa saja cara curang yang dijamin membuat laman webmu ditendang di bagian “Yang Harus Dihindari” di bawah ini.
  4. Menyajikan konten yang unik, bermanfaat, atau menarik keterlibatan pengunjung.
    • Unik artinya belum pernah diterbitkan di website lain. Kalau pun isinya mirip dengan yang sudah ada, gunakan perspektif dan gaya penyajian lain yang membuat kontenmu tampil beda.
    • Bermanfaat artinya memberikan nilai tambah bagi pengunjung. Bukan omong kosong atau hanya menyia-nyiakan waktu pengunjung yang berharga.
    • Menarik keterlibatan bisa berarti memotivasi pengunjung untuk melakukan tindakan positif. Misalnya, berbagi informasi via media sosial, menciptakan suatu karya, atau membantu menyelesaikan masalah yang ada.

Yang Harus Dihindari

  1. Menyajikan konten yang diciptakan oleh mesin/robot.
    • Misalnya penggunaan pencuri konten (scraper), perekayasa artikel (article-spinner), penerbit pos blog otomatis (autoblog), dll.
    • Terbitkanlah konten orisinal karyamu sendiri, atau gunakan jasa pembuat konten profesional.
  2. Menggunakan tautan berbayar, jejaring blog privat (PBN), dsb.
    • Membeli¬†backlink atau membangun¬†private blog network hanya menambah jumlah sampah di internet. Juga cara jitu untuk membuat lamanmu dihapus dari indeks Google.
    • Gunakanlah metode untuk mendapatkan¬†backlink secara wajar, misalnya menulis artikel di media besar (guest-posting), membagikan ke media sosial, dll.
    • Saya pribadi lebih suka menerima natural backlink yang diberikan orang secara sukarela karena menghargai karya (konten) saya.
  3. Menerbitkan konten hasil copy-paste utuh atau dengan sedikit editan.
    • Tindakan ini bertentangan dengan prinsip keunikan konten. Sebab, keberadaan konten duplikat hanya akan mengganggu kenyamanan pengguna internet.
    • Tulislah konten dengan perspektif dan gayamu sendiri. Meskipun isinya mungkin tak jauh berbeda dengan yang artikel yang pernah ada, tetapi¬†value-nya akan bertambah dan memberikan manfaat bagi pembaca.
  4. Menampilkan konten yang berbeda pada pengunjung dan pada bot perayap.
    • Menipu bot perayap Google adalah tindakan yang ceroboh dan (maaf) bodoh. Kamu pasti ketahuan dan harus siap-siap masuk daftar hitam.
    • Pastikan agar pembacaan bot perayap sama dengan tampilan konten di mata pengunjung dengan menggunakan alat¬†fetch and render.
  5. Melemparkan pengunjung ke laman lain tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.
    • Bagaimana perasaanmu saat tiba-tiba browsermu membuka laman lain dengan sendirinya? Kesal, marah, atau panik?
    • Jika kamu hendak membawa pengunjung ke laman web lain, mintalah izin terlebih dahulu agar pengunjung tahu dan berikan pilihan untuk menyetujui atau menolaknya.
  6. Menyajikan teks atau tautan yang tidak bisa dilihat oleh pengunjung.
    • Menyembunyikan teks atau link dari mata pengunjung mengindikasikan bahwa pemilik laman web memiliki niat jahat untuk menipu atau menjebak pengunjung.
    • Pastikan semua teks dan link yang ada di laman web bisa dilihat dengan jelas oleh pengunjung, sehingga mereka tidak akan terpeleset mengklik tautan tanpa sengaja.
  7. Membuat laman yang hanya berfungsi sebagai jembatan ke laman lain.
    • Menyajikan¬†doorway akan membuat pengunjung merasa kecewa. Mereka akan kaget karena untuk menemukan konten yang diharapkan, ternyata harus mengklik tombol untuk membuka laman lain.
    • Laman web bukan aplikasi mobile¬†atau desktop yang memang dibuat untuk memampukan pengunjung mengklik tombol-tombol sesuai kebutuhan.
    • Tampilkan semua konten yang “kamu janjikan” di laman hasil pencarian dalam laman web itu juga.
    • Keberadaan menu navigasi menuju laman lain harus difungsikan untuk menawarkan pilihan bagi pengunjung yang ingin melihat konten berbeda, bukan memaksa pengunjung untuk mengkliknya.
  8. Menerbitkan konten afiliasi yang serupa atau hanya sedikit berbeda dengan sumbernya.
    • Sebagai salah satu model monetisasi, konten afiliasi yang kita terbitkan tak boleh hanya sekedar duplikasi dari laman penjualan (sales page) yang asli.
    • Berikan nilai tambah bagi pengunjung konten afiliasimu. Misalnya, sajikan ulasan, panduan pembelian dan penggunaan, uraian keunggulan dan kelemahan produk, dll. yang benar-benar membedakan kontenmu dari laman penjualan asli.
  9. Menuliskan kata kunci ke dalam laman secara berlebihan atau dipaksakan.
    • Menjejalkan kata kunci secara berlebihan, dikenal dengan¬†keyword-stuffing menjadi tren bagi para blogger tahun 2000-an, saat algoritma Google masih “bodoh” dan mudah dimanipulasi.
    • Akibat praktik ini, konten menjadi tidak enak dibaca karena pengunjung melihat kata kunci muncul berulang-ulang sampai muak.
    • Saat ini, algoritma Google sudah sangat cerdas dan selalu diperbaiki tanpa henti.
    • Maka, fokuskan upayamu untuk menuliskan artikel yang renyah bagi pembaca dengan kalimat-kalimat yang mengalir natural seperti manusia yang sedang berbicara.
  10. Menyisipkan kode jahat di laman web.
    • Aktivitas¬†phishing, penginstal trojan, virus, atau malware¬†adalah perilaku kriminal yang terancam sanksi hukum.
    • Praktik lainnya yang meskipun tidak melanggar hukum namun merusak¬†user experience antara lain:
      • membuat tombol jebakan yang tidak sesuai dengan harapan pengguna
      • menyisipkan iklan pop-up atau memunculkan iklan secara tiba-tiba
      • menyisipkan file jahat dalam folder unduhan
      • mengubah pengaturan browser tanpa persetujuan pengunjung
      • termasuk mempromosikan hal-hal di atas pada pengunjung
    • Bersihkan laman webmu dari segala penyakit dunia maya itu demi kenyamanan pengunjung dan reputasimu sendiri.
  11. Menyalahgunakan alat untuk mengatur tampilan ringkas di laman hasil pencarian.
    • Saya sering menemukan artikel yang disamarkan sebagai ulasan. Pemilik laman menerapkan rekayasa semacam itu demi menarik calon pengunjung dengan tampilan bintang-bintang rating, yang sesungguhnya berfungsi untuk menilai produk.
    • Manipulasi lainnya adalah menyamarkan artikel atau produk sebagai berita. Calon pengunjung ditipu untuk membaca promosi produk yang dipalsukan sebagai kabar aktual.
    • Gunakanlah alat pengatur¬†rich snippet sesuai fungsinya. Terapkan¬†markup kontak, artikel, produk, acara, dan lain sebagainya sesuai dengan Panduan Search Gallery.
  12. Menggunakan kueri otomatis ke Google tanpa izin.
    • Kueri otomatis untuk menampilkan data dari Google hanya boleh dilakukan setelah ada kesepakatan terlebih dahulu.
    • Untuk mempelajari lebih lanjut tentang ketentuan ini, baca Persyaratan Layanan Google.

Referensi

Selengkapnya mengenai aturan main white hat SEO bisa Anda baca di Pedoman Webmaster.


Baca artikel white hat SEO lainnya di Arsip Esai SEO Topi Putih.

  Jadilah Patron!

16 September 2017

Berikan komentar - no value, no backlink ;)