Bingung menghitung anggaran pembuatan website?

Cara paling simpel adalah menentukan 10% dari harga kontrak bangunan yang diinginkan. Begini penjelasannya…

Artikel diupdate pada Jumat, 6 Oktober 2017


menentukan biaya website
Tentukan jenis websitemu, kemudian citra diri/bisnismu.

Tentukan Model Website

Mari kita tentukan model website seperti apa yang kamu inginkan:

Sesudah itu, kita akan menentukan seperti apa citra/image yang ingin kamu bangun dengan situs web ini.


Tentukan Image Diri atau Bisnis

Soal pencitraan ini memang agak rumit. Setiap orang punya sudut pandang yang berbeda.

Sebagian memilih image sederhana, yang lain menyukai style berkelas, ada juga yang justru bingung ingin mewujudkan diri (individu maupun perusahaan) seperti apa.

Di sinilah kuncinya. Website adalah presentasi online dari dirimu (atau perusahaanmu). Maka, seperti apa website kita, seperti itulah orang memandang kelas kita.

menghitung anggaran pembuatan website
Bagaimana image yang ingin kamu ciptakan di mata orang?

Untuk mempermudah, mari kita sederhanakan soal citra ini dengan bangunan.

Karena komponen pembiayaan situs web sifatnya berjangka – domain tahunan, hosting bulanan, demikian pula lisensi desain (tema) dan fitur (plugin), maka bisa disejajarkan dengan nilai kontrak bangunan.

Faktanya, angka kontrak bangunan berbeda-beda tergantung lokasi, fasilitas, usia, dll. Tidak ada harga standar.

Demikian pula anggaran pembuatan website. Tidak ada standar biaya pembuatan situs web, karena itu tergantung pada:

Sekali lagi, jangan pernah bertanya berapa standar biaya pembuatan website. Itu sama saja kamu bertanya: berapa harga kontrak rumah sekarang?

Jawabannya, ya tergantung… Ukuran berapa, lokasi di mana, kamar berapa, lantai berapa, dst.

tidak ada standar biaya website
Tak ada harga standar untuk sebuah visi, kecuali bagi mereka yang cuma pengekor.

Jika kita kembalikan ke tipe website, maka kurang lebih padanannya sebagai berikut:


Rumus Biaya Pembuatan Website

Berikutnya, kita menghitung anggaran pembuatan website dengan rumus sepersepuluh:

biaya website = 10% x kontrak bangunan 1 tahun.

Mari kita buat perbandingan satu per satu.

Dengan catatan bahwa harga kontrak bangunan per tahun di bawah ini hanya angka imajiner, maka silakan tentukan sendiri sesuai kebutuhan dan citra yang ingin kamu bangun.

Sekali lagi harap diingat bahwa biaya di atas berlaku untuk satu tahun, dan relatif sesuai dengan image yang diinginkan.

Juga jangan sampai mengabaikan ongkos untuk promosi, perawatan, dukungan atau konsultasi teknis.

Toh, tidak ada orang yang menyewa bangunan lantas tidak menemui masalah sama sekali di tengah jalan. Tidak mungkin juga kan kita marah-marah ke pemilik bangunan jika suatu saat genteng bocor atau saluran air mampet?

menghitung investasi bisnis online
Pikirkan lagi, website ini bentuk investasi atau cuma buat gaya-gaya’an?

Demikian tips menghitung anggaran pembuatan website.

Jika suatu saat kita bertemu, sebelum bertanya berapa tarif jasa pembuatan website saya, silakan terlebih dahulu pejamkan mata dan bayangkan seperti apa bangunan bisnis yang kamu inginkan: kios kakilima atau apartemen lantai lima? 😉

  Jadilah Patron!

1 Oktober 2017

Berikan komentar - no value, no backlink ;)